Kasus Hubungan Intim Pasutri Berbayar, Bocah Ini Mengaku Bayar Rp 1.000
KABARPRIANGAN.CO.ID | 21/06/2019 09:40
Kasus Hubungan Intim Pasutri Berbayar, Bocah Ini Mengaku Bayar Rp 1.000

CISAYONG, (KAPOL).-Salah seorang anak yang menjadi penonton hubungan intim pasangan suami istri di Desa Kadipaten, Kecamatat Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya mendatangi kantor KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (19/6/2019).

Kedatangan bocah berusia 10 tahun itu, didampingi oleh tokoh masyarakat, ulama dan pemerintah desa. Dia ingin meminta pendampingan hukum dan pemulihan psikologis kepada pihak KPAID.

BACA: Kebutuhan Anggaran Pilkada Kab Tasik Capai 150 Miliar

Dia mengaku tidak berniat untuk menonton hubungan seks secara langsung pasangan suami istri tersebut. Namun diajak oleh teman-teman dengan syarat harus bayar.

“Saya tidak niat untuk menonton secara langsung adegan ranjang pasangan inisial E (25) dan L (24). Namun diajak oleh teman dengan syarat harus bayar,” ucapnya.

Menurutnya, dirinya baru sekali menonton, dengan bayar Rp 1.000. Saat itu dirinya menonton dengan telanjang mata dari kaca. Sementara pasangan suami istri melakukan hubungan di atas ranjang dalam kamar. Pasangan suami istri itu meminta bayaran untuk menonton. Ketika itu dirinya menonton bersama lima orang teman, ungkapnya.

Kepala Dusun Ciselang, Desa Kadipaten, Ujang Supratman mengaku kaget terjadinya kasus yang melibatkan anak-anak tersebut. Jika kasus tersebut sudah terbukti benar adanya dan kedua pelaku benar bersalah, pihaknya bersama warga lainnya berharap pelaku diberikan efek jera.

BACA: Waspadai Jasa Pelayanan Tidak Resmi, BPJS Ketenagakerjaan Gencar…

Adapun untuk para korban, karena saat ini sudah ditangani oleh KPAID maka pihaknya pun berharap secara khusus minta penanganan KPAID. Khususnya dalam penanganan psikologisnya.

Kedua pelaku yang kesehariannya sebagai buruh tani memang tidak pernah memperlihatkan perlakuan yang mencolok. Sekalipun keduanya sebagai warga asli setempat. Sehingga pihaknya kaget begitu mendengar keduanya melakukan perbuatan yang tak wajar tersebut.

Baca selengkapnya di KABARPRIANGAN.CO.ID


BERITA TERKAIT