Geger Surat Warga Caringin Garut Akui Sensen Sebagai Presiden Pusat RI Sekaligus Rosul Alloh.
KABARPRIANGAN.CO.ID | 17/06/2019 09:10
Geger Surat Warga Caringin Garut Akui Sensen Sebagai Presiden Pusat RI Sekaligus Rosul Alloh.

TARKI, (KAPOL).- Dugaan kasus penodaan agama dan makar yang dilakukan oknum warga Kecamatan Caringin, langsung ditindaklanjuti jajaran Kepolisian Resor (Polres) Garut. Sejumlah anggota pun langsung diturunkan ke lapangan untuk melakukan penyelidikan kasus tersebut dan hasilnya kini polisi telah mengamankan seorang warga.

“Kita langsung tindaklanjuti dengan menurunkan anggota untuk melakukan penyelidikan di lapangan. Bahkan kita telah mengamankan seorang terduga dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Garut,” ujar Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna saat ditemui seusai kegiatan bakti sosial pemberian bantuan terhadap tiga anak penderita bibir sumbing di Kampung Panawuan, Kelurahan Sujaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Minggu (16/6/2019).

BACA: Pembangunan Pasar Leles Mangkrak, DPRD Harus Bentuk Pansus

Dikatakan Budi, oknum warga yang telah diamankan tersebut yakni Hamdani yang merupakan warga Kampung Babakan Limus, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin. Ia diduga telah melakukan penodaan agama karena secara terang-terangan mengakui bahwa Sensen Komara merupakan rasul yang dipercayainya.

Selain itu, Hamdani juga mengakui jika Sensen merupakan Presiden Pusat Republik Indonesia.

Bahkan menurut Budi, pengakuan tersebut telah dituangkan dalam sebuah surat pernyataan resmi melalui tulisan tangan dan kemudian disebarkan termasuk kepada lembaga penegak hukum serta pemerintahan di wilayah Kecamatan Caringin.

Selain itu, keyakinannya tersebut juga ia sebarkan kepada orang lain sehingga dinilai telah melanggar hukum.

Budi menyampaikan, untuk saat ini oknum warga yang sudah diamankan baru Hamdani akan tetapi tak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya yang juga diamankan, termasuk Nara Sopnadi, adik Hamdani yang telah membuat surat pernyataan.

Polisi hingga saat ini masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap kasus yang sebenarnya sudah muncul sejak beberapa tahun terakhir ini di Garut.

“Kami sengaja mengamankan tersangka karena selain untuk menjalani pemeriksaan juga untuk mencegah terjadinya hal yang tak diharapkan jika yang bersangkutan dibiarkan tetap berkeliaran di luar. Bagaimanapun perbuatan Hamdani ini telah menimbulkan keresahan sehingga dikhawatirkan terjadi reaksi warga,” katanya.

Masih menurut Kapolres, pihaknya juga tak menutup kemungkinan akan kembali memanggil dan memeriksa Sensen Komara selaku penyebar aliran sesat tersebut.

Sebelumnya hal itu juga sudah dilakukan dalam kasus yang sama beberapa waktu lalu.

Budi mengungkapkan, kasus penyebaran aliran sesat yang menyatakan Sensen sebagai rasul dan solat menghadap ke arah timur ini sudah berkembang di wilayah Garut sejak lama. Bahkan Sensen pernah menjalani proses persidangan beberapa tahun lalu akan tetapi hasil persidangan menyatakan jika Sensen menderita gangguan jiwa sehingga harus menjalani rehabilitasi di rumah sakit jiwa.

“Sejak dulu kasus ini sudah muncul bahkan sudah ada beberapa pengikut Sensen yang divonis. Sensen sendiri tak bisa dipenjara karena dinyatakan mengalami gangguan jiwa dan harus direhabilitasi dan itu sudah dilakukan,” ucap Budi.

BACA: Sulit Dapatkan Darah Golongan B, Penderita Thalasemia Datangi SPKT…

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga dan pihak pemerintahan di wilayah Kecamatan Caringin dalam beberapa hari terakhir ini dihebohkan dengan tersebarnya surat pernyataan yang ditulis warga bernama Nara Sopandi, warga Kampung Babakan Limus, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin.

Dalam suratnya ia menyatakan bahwa Sensen bagi mereka bukan hanya sebagai rasul dan presiden akan tetapi juga sebagai imam Negara Islam Indonesia.

Surat tersebut ditulis Nara pada 9 Juni 2019 dan kemudian ia kirimkan ke jajaran Muspika Caringin. Kapolsek Caringin, Iptu Sularso membenarkan hal tersebut dan pihaknya sudah melaporkannya ke Kapolres Garut. (Aep Hendy S)

KABARPRIANGAN.CO.ID

Masih menurut Kapolres, pihaknya juga tak menutup kemungkinan akan kembali memanggil dan memeriksa Sensen Komara selaku penyebar aliran sesat tersebut.

Sebelumnya hal itu juga sudah dilakukan dalam kasus yang sama beberapa waktu lalu.

Budi mengungkapkan, kasus penyebaran aliran sesat yang menyatakan Sensen sebagai rasul dan solat menghadap ke arah timur ini sudah berkembang di wilayah Garut sejak lama. Bahkan Sensen pernah menjalani proses persidangan beberapa tahun lalu akan tetapi hasil persidangan menyatakan jika Sensen menderita gangguan jiwa sehingga harus menjalani rehabilitasi di rumah sakit jiwa.

“Sejak dulu kasus ini sudah muncul bahkan sudah ada beberapa pengikut Sensen yang divonis. Sensen sendiri tak bisa dipenjara karena dinyatakan mengalami gangguan jiwa dan harus direhabilitasi dan itu sudah dilakukan,” ucap Budi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga dan pihak pemerintahan di wilayah Kecamatan Caringin dalam beberapa hari terakhir ini dihebohkan dengan tersebarnya surat pernyataan yang ditulis warga bernama Nara Sopandi, warga Kampung Babakan Limus, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin.

Dalam suratnya ia menyatakan bahwa Sensen bagi mereka bukan hanya sebagai rasul dan presiden akan tetapi juga sebagai imam Negara Islam Indonesia.

Surat tersebut ditulis Nara pada 9 Juni 2019 dan kemudian ia kirimkan ke jajaran Muspika Caringin. Kapolsek Caringin, Iptu Sularso membenarkan hal tersebut dan pihaknya sudah melaporkannya ke Kapolres Garut. (Aep Hendy S)

 

BERITA TERKAIT