Heboh Pasutri di Tasikmalaya Gelar Tontonan Hubungan Seks Berbayar
KABARPRIANGAN.CO.ID | 17/06/2019 09:00
Heboh Pasutri di Tasikmalaya Gelar Tontonan Hubungan Seks Berbayar
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto

KADIPATEN, (KAPOL).-Warga Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya dibuat heboh sekaligus resah oleh pasangan suami istri. Pasalnya, pasangan suami istri tersebut kerap berhubungan seks dan sengaja mempertontonkan kepada anak-anak di sekitar rumahnya.

Tontonan seks itu sengaja dilakukan pasangan suami istri dengan berbayar. Anak-anak antara usia 12 tahun yang hendak menonton hanya bayar Rp. 5.000 dan bebas merekamnya.

BACA: Gelombang Tinggi Gerus Pantai Cipatujah Sejauh 10 Meter

Adegan mesum yang sengaja ditontonkan itu terkuak setelah anak-anak cerita kepada orang tuanya dan informasinya sampai atau bocor ke KPAID Kabupaten Tasikmalaya. Informasi ini pun membuat heboh dan resah warga sekitar.

“Setiap mempertontonkan hubungan seks, pasangan itu menarik bayaran Rp 5.000. Yang boleh menontonnya khusus anak-anak,” kata Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto kepada “KAPOL” Minggu (16/6/2019).

Menurutnya, pihaknya mendapat informasi atau bocoran dari masyarakat. Setiap akan melakukan hubungan seks, pasangan itu sengaja mengumpulkan anak-anak dan menarik bayaran.

Mendapat informasi itu, pihaknya langsung menuju lokasi untuk memastikan kebenarannya. Ternyata benar, bahwa ada pasangan yang kerap mempertontonkan hubungan seks berbayar kepada anak-anak.

“Anak-anak bisa menikmati adegan seks secara langsung. Dalam adegan itu menyuguhkan permainan suami istri dan boleh di rekam. Sayang, kini pelakunya sudah kabur,” kata Ato.

BACA: Setelah Lebaran, Puskesmas Dipadati Pasien

Dikatakan dia, kasus ini terungkap setelah ada informasi terkait adanya adegan hubungan intim pasangan suami istri yang bisa ditonton secara langsung. Namun sebelum polisi menangkap, kedua pelaku sudah melarikan diri duluan. Hanya saja menurut informasi, diduga pelaku terpaksa menempuh cara tersebut lantaran terdesak kebutuhan ekonomi.

“Namun demikian, pihaknya akan melindungi anak-anak yang terganggu psikologisnya. Adapun kedua pelaku masih dalam pengejaran polisi,” ungkapnya. (Ema Rohima)

KABARPRIANGAN.CO.ID


BERITA TERKAIT