Tanjakan Gentong, Tanjakan Tengkorak, Puluhan Mobil Mogok, Plat Kopling Hangus!
KABARPRIANGAN.CO.ID | 10/06/2019 11:10
Tanjakan Gentong, Tanjakan Tengkorak, Puluhan Mobil Mogok, Plat Kopling Hangus!

KADIPATEN, (KAPOL).-Puluhan kendaraan pebalik lebaran pada H +4 dari arah Tasikmalaya menuju Bandung banyak yang mogok saat melewati tanjakan Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (9/6/2019).

Pantauan di lokasi, Tanjakan Gentong memiliki kondisi jalan yang berupa tanjakan panjang dan berliku membuat sejumlah kendaraan pun mogok. Tak ayal, tanjakan ini juga dikenal sebagai tanjakan tengkorak karena rawan kecelakaan.

BACA: H+1 Lebaran, Jumlah Pengunjung Pantai Pangandaran Meningkat

Banyaknya kendaraan yang mogok, membuat aroma di sekitar tanjakan tercium bau kopling kendaraan. Kendaraan yang mogok, mengakibatkan arus lalu lintas tersendat. Terlebih, sejak H +3 volumen kendaraan pebalik yang melintas tanjakan gentong mengalami peningkatan.

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota, AKP. Andriyanto mengatakan sejak Jumat (7/6/2019) sore, kendaraan pebalik lebaran yang melintas cukup padat. Hal tersebut ditambah dengan banyak warga yang pulang rekreasi. Akibatnya, arus lalu lintas padat dan terjadi antrian panjang. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya kendaraan yang mogok saat menaiki tanjakan panjang. Tanjakan Gentong memang memiliki tantangan tersendiri bagi pengguna kendaraan Tasikmalaya selama arus balik yang tengah berlangsung saat ini.

“Kondisi ini disebabkan, pada ruas jalur Selatan terdapat tanjakan yang cukup panjang yakni Tanjakan Gentong. Sehingga tidak sedikit menyebabkan kendaraan mengalami masalah mesin. Kebanyak mogok karena plat kopling hangus dan radiator,” ucapnya.

Menurutnya, guna mengantisipasi agar tidak terjadi penumpukan kendaraan, pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas buka tutup dan satu arah (one way) jika sewaktu-waktu diperlukan. Adapun bagi kendaraan yang mogok pihaknya sudah mengantisipasi dengan menyiapkan petugas ganjal ban. Selanjutnya mendorong kendaraan ke pinggir agar tidak menghambat kendaraan lain.

Kepadatan kendaraan yang melintas Tanjakan Gentong, memaksa sebagian pengemudi menggunakan kopling secara berlebihan. Terlebih, saat menaiki tanjakan panjang terjadi antrean kendaraan cukup panjang. Sehingga pengemudi tidak bebas melepas kopling, dan mengakibatkan kopling mobil aus dan mesin mati mendadak.

Ketika mogok, menghambat kendaraan yang ada di belakangnya di tengah meningkatnya volume kendaraan. Saat itu juga petugas sigap mengganjal dan mendorong kendaraan ke pinggir.

BACA: Forum TKSK Jabar, Bantu Bayi Yang Derita Leukimia di Pagerageung

“Ada dua pola mengurai yang dilakukan ketika terjadi kemacetan. Pertama petugas akan mengalihkan arus, selain itu akan memberlakukan sistem satu arah atau one way,” tuturnya.

Dikatakan Andri, penerapan sistem satu arah menjadi pilihan jika kemacetan tak bisa cepat terurai. Selama pemberlakukan satu arah, pihaknya memberikan layanan juga kepada para pengguna kendaraan agar tidak jenuh saat menunggu giliran. Layanan itu berupa hiburan musik, badut, pembagian permen, tempat istirahat dan lainnya, ungkapnya. (Ema Rohima)

KABARPRIANGAN.CO.ID


BERITA TERKAIT