Bawa Bayi 2 Tahun, Muncikari Ini Mengaku Perlu Beli Obat Rp 200 Ribu Setiap Hari
KABARPRIANGAN.CO.ID | 27/05/2019 13:58
Bawa Bayi 2 Tahun, Muncikari Ini Mengaku Perlu Beli Obat Rp 200 Ribu Setiap Hari
Ilustrasi Prostitusi online. brianzeiger.com

TERUNGKAPNYA kasus prostitusi online oleh jajaran Satreskrim Polres Garut belum lama ini menyisakan cerita pilu dari dua mucikari yang berhasil diamankan. Mucikari yang satu sampai tega menjajakan dan menjual dua anak perempuannya dan mucikari lainnya tega membawa bayinya yang masih berusia dua tahun saat menjalankan profesinya.

cerita pilu juga muncul dari pengakuan SA, kurir mucikari yang juga diamankan bersama TA oleh polisi dalam pengungkapan kasus prostitusi online tersebut. Ibu berusia 18 tahun warga Kampung Gandasari, Desa Mangkurakyat, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut tersebut mengaku terpaksa menjadi mucikari karena terdesak kebutuhan obat untuk anak bayinya yang sakit.

BACA: Polisi Masih Periksa Lima Terduga Teroris

Budi mengatakan, saat digrebek di sebuah penginapan di kawasan Cipanas Tarogong, SA ternyata juga membawa anak bayinya yang baru berusia 2 tahun. Petugas yang merasa heran pun bertanya mengapa SA tega membawa bayinya saat berpaktik menjadi kurir mucikari.

“Setelah dimintai keterangan, SA mengaku sangat butuh biaya untuk membeli obat anak bayinya yang menderita penyakit epilepsi. Setiap harinya ia harus membeli obat seharga Rp 200 ribu untuk anaknya tersebut,” kata Budi.

SA sendiri tutur Budi, tertangkap basah tengah melakukan transaksi prostitusi di salah satu kamar di penginapan tersebut. Dari tangana SA, petugas menyita uang tunai Rp 500 ribu hasil dari transaksi.

SA bertugas untuk mencari konsumen (lelaki hidung belang) dan setelah ada calon konsumen, kemudian dia bawa ke mucikari TA. TA-lah yang menyediakan PSK-nya dan ia membawa beberapa PSK untuk dipilih lelaki hidung belang.

Menurut Budi, dua wanita penyedia layanan jasa prostitusi itu saat ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Garut. Modus operandi yang dilakukan kedua tersangka yakni menjajakan PSK melalui aplikasi pesan online michat dan hal ini sudah berlangsung cukup lama yakni lebih dari satu tahun.

“Kami menemukan indikasi adanya jual beli atau transaksi prostitusi online. Para tersangka yang menjadi muncikari dan kurir menawarkan PSK melalui aplikasi michat,” ucapnya.

Kapolres menyampaikan, penggrebekan terhadap kasus prostitusi online ini dilakukannya Jumat (24/5/2019) malam. Selain dua orang yang berperan sebagai mucikari dan kurir, petugas juga berhasil mengamankan lima pria hidung belang dan tujuh PSK yang dua di antaranya masih di bawah umur.

BACA: Lima Terduga Teroris Diamankan di Malangbong

Menurutnya, para PSK yang juga korban praktik mucikari TA dan SA ini ada yang berasal dari Bandung dan ada juga yang dari Garut. Sedangkan para pria hidung belang yang diamankan semuanya berasal dari Bandung.

Lebih jauh disebutkannya, ada tiga pasal yang dikenakan dalam kasus ini yakni pasal 296 junto pasal 506 untuk muncikarinya dan UU perlindungan anak karena ada dua orang yang dibawah umur. Selain itu ada juga UU ITE pasal 45 junto 28 dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara. (Aep Hendy S)

KABARPRIANGAN.CO.ID


BERITA TERKAIT