Muncikari Asal Bandung Jajakan Dua Anak Kandung Hingga ke Garut
KABARPRIANGAN.CO.ID | 27/05/2019 13:16
Muncikari Asal Bandung Jajakan Dua Anak Kandung Hingga ke Garut
Ilustrasi prostitusi. Sabotagetimes.com

TERUNGKAPNYA kasus prostitusi online oleh jajaran Satreskrim Polres Garut belum lama ini menyisakan cerita pilu dari dua mucikari yang berhasil diamankan.

Mucikari yang satu sampai tega menjajakan dan menjual dua anak perempuannya dan mucikari lainnya tega membawa bayinya yang masih berusia dua tahun saat menjalankan profesinya.

BACA: Polisi Masih Periksa Lima Terduga Teroris

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna menyebutkan, dalam penggrebekan kasus prostitusi online yang dilakukan di sebuah penginapan di kawasan Cipanas Tarogong Jumat (24/5/2019) malam lalu, pihaknya telah mengamankan dua wanita yang berprofesi sebagai mucikari, TA (44) dan SA (18).

Selain itu, ada juga sejumlah PSK dan lelaki hidung belang yang turut diamankan.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas tutur Budi, mucikari TA yang merupakan warga Jalan Sekelimus, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kabupaten Bandung itu telah cukup lama menjalani profesi sebagai mucikari yakni lebih dari satu tahun.

Yang membuat kaget sekaligus memprihatinkan, selama ini TA bukan hanya menjajakan dan menjual para pekerja seks komersial binaannya aklan tetapi juga tega menjajakan dan menjaul dua anak perempuannya kepada lelaki hidung belang.

“Sungguh mengagetkan memang dimana si TA ini juga tega menjajakan dan menjual dua anak perempuannya kepada lelaki hidung belang. Lebih ironis lagi, satu di antara anak perempuannya itu masih di bawah umur yakni baru 16 tahun,” ujar Budi, Minggu (26/5/2019).

Menurut Budi, TA juga mengaku terpaksa menjual dua anak perempuannya tersebut karena faktor kebutuhan.

Ia mengaku selama ini hidupnya sel;alu terhimpit masalah ekonomi sehingga pada akhirnya ia nekad menjadi mucikari dan juga tega menjajakan dan menjual dua anak perempuannya.

BACA: Lima Terduga Teroris Diamankan di Malangbong

Kapolres menyebutkan, TA beserta sejumlah PSK binaannya termasuk kedua anaknya yang berusia 16 tahun dan 19 tahun sudah lima hari berada di penginapan di kawasan Cipanas Tarogong itu.

Padahal TA dan kedua anaknya ini merupakan warga Bandung. Mereka beralasan berada di penginapan itu karena tengah berlibur padahal tengah menjalankan bisnis haram yakni prostitusi. (Aep Hendy S)***

KABARPRIANGAN.CO.ID


BERITA TERKAIT