Mantan Teroris dan Aktivis Gerakan Radikal Bentuk Koperasi Kopi
KABARPRIANGAN.CO.ID | 13/05/2019 09:10
Mantan Teroris dan Aktivis Gerakan Radikal Bentuk Koperasi Kopi

GARUT, (KAPOL).- Sejumlah mantan teroris dan aktivis gerakan radikal lainnya mendirikan wadah usaha yang dinamakan Koperasi Komunitas Mantan Narapidana Teroris dan Gerakan Aktivis Radikal (Kontantragis).

Koperasi ini didirikan di Bandung pada 28 Oktober 2017 lalu. Kali ini, usahanya terbilang berhasil memperluas pasar dengan produk unggulannya, yakni Kopi yang dipasarkan ke pesantren-pesantren di berbagai daerah.

Ketua Kontantragis Garut, Asep H Arsyad Alsadaad mengatakan, dirinya mengaku pernah berurusan dengan aparat penegak hukum karena tersangkut kasus kekerasan dan terorisme.

BACA: Selama Puasa, Penjualan Susu Murni di KUD Mitrayasa Meningkat

Kini, mengembangkan usaha di bidang produksi kopi, sabun cuci, sabun pembersih lantai atau karbol dari sereh wangi, dan cokelat bubuk.

Asep mengaku, tingginya permintaan pasar tidak bisa terpenuhi karena keterbatasan modal.

“Koperasi ini sudah berjalan di Garut, Tasikmalaya dan Purwokerto. Masing-masing daerah punya ciri khas masing-masing. Kami berkumpul karena kita sama untuk kepentingan dan kemajuan bersama,” ucapnya.

Pemasarannya, untuk sementara ini belum menemukan kesulitan dan permintaan banyak.

“Saat ini kemampuan produksi hanya 5000 bungkus (per bungkus 180 gram). Jadi yang minta 10 ribu tidak bisa terpenuhi,” kata Asep seusai menerima kunjungan dari Sekertaris Menteri Koperasi dan UKM, Rully Indrawan di Jalan Nusa Indah, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Minggu (12/5/).

Sementara itu, Rully Indrawan, mengatakan, pemerintah pusat terus mendorong usaha kecil dan menengah untuk terus berkembang dan maju.

“Sekarang konsep pemberdayaan, siapa yang mau bangkit berdaya kita bantu, kita mendampingi, karena inisiatif dari bawah. Jika butuh pelatihan kita bantu beri pelatihan, butuh ekspor kita bantu untuk ekspor,” kata Rully usai meninjau Koperasi Komunitas Mantan Narapidana Teroris dan Gerakan Aktivis Radikal (Kontantragis) di Garut, kemarin.

BACA: Dihipnotis, Sepeda Motor Penjaga Nitrogen Dibawa Kabur

Tidak hanya itu, pemerintah pusat juga memberikan bantuan modal, pelatihan dalam pemasaran hingga penulisan hak kekayaan intelektual bagi para pengusaha kecil.

Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan dan fase perkembangan usaha tersebut.

Rully pun menegaskan, upaya pemerintah pusat dalam mendorong koperasi dan usaha kecil menengah juga perlu didukung pemerintah di daerah. (Dindin Herdiana)

KABARPRIANGAN.CO.ID


BERITA TERKAIT