Ini Soal Ujian Sekolah Tentang Pembakaran Bendera HTI yang Diprotes Banser Garut
KABARPRIANGAN.CO.ID | 11/04/2019 17:45
Ini Soal Ujian Sekolah Tentang Pembakaran Bendera HTI yang Diprotes Banser Garut

TARKI, (KAPOL).- Puluhan pengurus dan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Ansor dan Kabupaten Garut, Rabu (10/4/2019) sore ramai-ramai mendatangi kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut di Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul.

Mereka menuntut pihak Disdik bertanggung jawab atas pencemaran nama baik Banser setelah konten yang berkaitan dengan kasus pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) masuk dalam soal Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SMP.

BACA JUGA:

Kemarahan pengurus dan anggota Banser dan Ansor Garut ini tak terbendung lagi manakala salah satu soal Bahasa Indonesia dalam USBN untuk tingkat SMP di Kabupaten Garut itu menyinggung-nyinggung nama Banser.

Parahnya lagi, dalam soal nomor 9 yang kalimatnya dikutip dari berita CNN Indonesia itu menyinggung masalah pembakaran bendera HTI yang dilakukan anggota Banser dan hal ini dianggap sangat tidak relevan dibahas lagi mengingat permasalahannya sudah beres.

“Apalagi permasalahan tersebut malah dijadikan soal USBN yang menurut kami sangat tidak perlu dan terkesan mencemarkan nama baik Banser dan NU,” ujar Ketua PAC Ansor Kecamatan Tarogong Kaler, R. Muhammad Sofiyulloh yang ditemui di kantor Disdik Garut, rabu (10/4/2019).

Sebelumnya, siswa peserta USBN tingkat SMP di Garut dikagetkan dengan adanya soal di mata pelajaran Bahasa Indonesia yang dinilai janggal.

Di saol nomor 9 tertulis kutipan dari berita CNN Indonesia terkait kasus pembakaran bendera HTI oleh anggota Banser.

BACA JUGA:

Salah satu penggalan dalam kalimat yang dijadikan soal itu antara lain tertulis “Tokoh ulama Garut Tatang Mustafa Kamal mengecam aksi pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia(HTI) yang dilakukan Bantuan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU). Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Melangbong Garut itu mendesak agar anggota Banser NU segera menyampaikan permintaan maaf karena anggotanya telah menghina kalimat tauhid dan umat Islam di seluruh dunia.”

Dalam soal juga terdapat tulisan berbunyi “Pasca adanya pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat pada peringatan hari santri oleh 3 anggota Banser, mulai terdengar permintaan agar oraganisasi yang dipimpin oleh Gus Yakut itu dibubarkan. Alasannya, karena keberadaannya tidak berguna bahkan cenderung arogan”. (Aep Hendy S)


BERITA TERKAIT