270 Penyandang Disabilitas Mental di Garut Masuk DPT
KABARPRIANGAN.CO.ID | 12/02/2019 14:00
270 Penyandang Disabilitas Mental di Garut Masuk DPT
Komisioner KPU Garut Divisi Perencanaan dan Data, Dindin A Zaenudin

TARKI, (KAPOL).-Berbeda dengan sebelumnya, dalam Pemilu 2019 orang yang mengalami gangguan jiwa atau penyandang disabilitas juga memiliki hak untuk mencoblos. Oleh karenanya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendata dan memasukan penyandang disabilitas mental dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Komisioner KPU Garut Divisi Perencanaan dan Data, Dindin A Zaenudin menyebutkan setelah melalui proses, akhirnya ditetapkan di Garut ada 270 orang yang mengalami gangguan jiwa yang terdaftar sebagai pemilih tetap dalam Pemilu 2019. Mereka dinyatakan berhak menggunakan hak pilihnya dan kini sudah masuk dalam DPT di KPU Garut.

BACA JUGA: Lima Perusahaan Asing Tawarkan Pengelolaan Sampah di Garut

“Mereka masuk dalam kategori difabel keterbelakangan mental atau tuna grahita. Ada 270 jiwa yang sudah terdata bahkan masuk dalam DPT,” ujar Dindin, Jumat (8/2/2019).

Ia menerangkan, yang dimaksud orang yang mengalami gangguan jiwa dalam hal ini bukanlah orang gila yang ada dan berkeliaran di jalanan. Namun yang masuk dalam DPT adalah kategori difabel keterbelakangan mental yakni masyarakat yang mengalami gangguan jiwa dan mempunyai NIK (nomor induk Kependudukan) serta terdaftar di Disdukcapil.

Dindin mengatakan dalam pelaksanaan pencoblosan pada 17 April 2019 nanti, masyarakat yang mengalami keterbelakangan mental ini harus membawa surat keterangan dari dokter jiwa bahwa yang bersangkutan bisa menyalurkan hak pilihnya.

BACA JUGA: Serangan Penyakit Berbasis Lingkungan, Meningkat

Namun hingga saat ini diakuinya pihaknya belum bisa memastikan pakah mereka harus mendapatkan pendampingan saat melakukan pencoblosan atau tidak.

“Sampai saat ini kami belum menerima surat edaran dari KPU pusat terkait masalah apakah orang yang mengalami gangguan jiwa ini harus didampingi atau tidak saat melakukan pencoblosan. Namun sejauh ini dalam peraturan KPU tidak disebutkan secara detail terkait pemilih dengan gangguan jiwa ini,” katanya.

Baca selengkapnya di KABARPRIANGAN.CO.ID


BERITA TERKAIT