Masih Menjabat Hingga April 2019, Plang Nama Bupati Ciamis Dicopot
KABARPRIANGAN.CO.ID | 02/01/2019 11:10
Masih Menjabat Hingga April 2019, Plang Nama Bupati Ciamis Dicopot

CIAMIS, (KAPOL),-Pada acara rotasi 230 pejabat di lingkungan Pemkab Ciamis, Bupati Ciamis Iing Syam Arifin curhat sejak bulan Juli tidak masuk ruang kerjanya, lantaran nama pada papan plang di depan ruangannya di Kantor Sekretariat Daerah Ciamis telah dicopot oleh seseorang.

Meski kalah di Pilkada 2018 lalu dengan status petahana, namun sampai hari ini Bupati Ciamis masih dijabat olehnya.

Dengan adanya pencopotan papan nama tersebut, Bupati Iing mengaku tidak menyangka bisa melakukan hal demikian. Padahal ia merupakan Bupati Ciamis dan baru akan selesai pada April 2019 mendatang.

BACA JUGA:

“Plang yang tergantung di ruangan kantor saya sejak bulan Juli hilang, saya mendapat laporan dari staf saya. Ada juga informasi yang sampai ke saya, papan itu dibiarkan saja karena Bupatinya mau berhenti,” ujar Iing dihadapan 230 pejabat yang dirotasi di aula Sekretariat Daerah Ciamis Senin (31/12/2018).

Meski hanya sebuah papan nama di depan ruang kantor, tetapi sama saja tidak menghargai dan menganggap Bupati Ciamis Iing Syam Arifin masih menjabat sampai akhir jabatannya berakhir di 2019 nanti sampai pelantikan Bupati Ciamis terpilih.

“Sampai hari ini walaupun tanda tangannya dari emas atau dari darah, kalau bukan Bupati yang sah tanda tangan maka tidak berlaku. Sejak nama papan itu tidak ada, saya tidak masuk ke ruangan kantor,” ungkapnya sambil terbata-bata.

Iing juga mengaku ada seseorang intelektual yang menyampaikan pesan kepadanya, namun tidak menyebutkan orang. Yang memintanya untuk segera mengundurkan diri dari pendopo.

Di hadapan para pejabat Pemkab Ciamis, Iing juga meminta maaf karena selama menjadi Bupati Ciamis dan mengabdi untuk Ciamis selama 35 tahun, masih banyak kekurangan dan kelemahan. Karena Bupati juga manusia biasa.

“Mohon maaf dan terimakasih kepada semuanya, di sini saya bukan mengajak untuk bersedih, tapi mengajak muhasabah terhadap diri masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Ciamis, Asep Sudarman baru mengetahui hal tersebut saat diungkapkan Bupati Iing. Pihaknya akan menindaklanjuti pelaku yang berani mencopot papan nama di ruang Bupati.

“Saya sangat kaget, akan ditindaklanjuti siapa pelakunya, sekarang saya akan suruh. Pak Bupati sampai saat ini masih menjabat,” tegasnya.

Terungkap

Teka-teki siapa yang mencopot plang nama di ruang kerja Bupati Ciamis terungkap. Ternyata, yang mencopot adalah salah seorang cleaning service dari Bagian Umum Setda Pemkab Ciamis.

Sebelumnya, Bupati Ciamis Iing Syam Arifin curhat terkait pencopotan tersebut. Ia merasa tidak dihargai sebagai kepala daerah di Ciamis. Curhat Bupati Iing ini sempat jadi pembicaraan warga termasuk di media sosial. 

Salah seorang cleaning service, Gito, menjelaskan pencopotan plang nama tersebut dilakukan sekitar Februari bukan Juli 2018. Pencopotan dilakukan saat Bupati Iing cuti Pilkada dan digantikan Pjs Bupati Ciamis Deddy Mulyadi.

Saat itu, Kabag Umum Setda Kabupaten Ciamis Rudi memerintahkan para cleaning service mempersiapkan ruang kerja bupati yang akan diisi oleh Pjs Bupati Deddy. Persiapan meliputi membersihkan ruangan, mengganti lampu, jam dinding, memasang pengharum, termasuk mencopot plang tersebut.

“Saya dan teman-teman sebanyak 5 orang cleaning service diperintahkan oleh pimpinan saya Bagian Umum untuk membersihkan ruang kerja bupati karena akan diisi oleh Pjs. Saat itu Pak Kabag ada, langsung mengawasi kami bersih-bersih,” ujar Gito saat ditemui di Setda Ciamis.

BACA JUGA:

Gito menegaskan pencopotan plang nama Bupati Iing tersebut atas perintah pimpinan, tidak berdasar inisiatif sendiri. Namun setelah Bupati Iing selesai cuti Pilkada, plang tidak kembali dipasang. 

Menurutnya ia hanya bekerja sesuai perintah atasannya. Ia mengaku tidak ada instruksi lanjutan dari atasannya untuk memasang kembali plang tersebut.

“Tidak ada maksud apa-apa, saya hanya diperintah. Hanya setelah Pjs tidak ada, kembali masuk Pak Bupati. Tidak ada yang mengingatkan lagi, tidak ada perintah, jadi dibiarkan kosong,” katanya.(Yogi TN)

KABARPRIANGAN.CO.ID


BERITA TERKAIT