Warna-warni Suku Dayak di Festival Budaya Isen Mulang 2019
Iqbal Muhtarom | 20/06/2019 10:10
Warna-warni Suku Dayak di Festival Budaya Isen Mulang 2019

TERAS.ID, PALANGKARAYA - Warna-warni corak budaya Suku Dayak ditampilkan dengan suka cita pada gelaran Festival Budaya Isen Mulang atau FBIM 2019. Keragaman dan keunikan budaya Suku Dayak menjadi pesan yang ingin disampaikan pada festival yang diadakan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Said Ismail  mengatakan FBIM juga sebagai sarana melestarikan budaya Suku Dayak, khususnya di Kalimantan Tengah. “Agar tak tergerus kemajuan zaman dan budaya asing," katanya seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Pariwisata, Rabu 19 Juni 2019.

BACA: Merawat Surga Mangrove di Teluk Bintuni

Karnaval budaya Festival Isen Mulang digelar di Jalan Yos Sudarso, Kota Palangkaraya Selasa 18 Juni 2019. Said Ismail mengatakan festival kali ini berlangsung sangat meriah dan menampilkan beragam keunikan dan warna tersendiri budaya dari Suku Dayak.

Festival ini diikuti hampir seluruh kabupaten dan kota di Kalteng. Ia berharap Festival Budaya Isen Mulang mampu mengangkat dan mempertahankan budaya Dayak.  

Festival yang digelar dari 17 Juni hingga 22 Juni 2019 ini tidak hanya mempromosikan berbagai seni, budaya, pariwisata dan kuliner Kalimantan Tengah  tapi menjadi arena untuk bertanding dan mengukir prestasi.  

FBIM akan mempertandingkan 22 cabang lomba.Di antaranya karnaval budaya, putra-putri pariwisata, tari daerah, karungut, mangenta, malamang, panginan sukup simpan, mangaruhi, sepak sawut, maneweng manetek dan manyila kayu, jukung tradisional, serta besei kambe.

BACA: Makam Raja Ali Haji Ditetapkan Jadi Destinasi Wisata

Di tempat terpisah, Ketua Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata atau Kemenpar Esthy Reko Astuty menambahkan suguhan budaya di FBIM ini sudah terkonsep dengan pas. Karena itu, FBIM masuk dalam kalender pariwisata nasional yang setiap tahunnya diselenggarakan.

“Kemasannya dibuat dengan standar tinggi. Unsur budayanya dikolaborasikan dengan karnaval dan lomba sehingga semakin unik dan menarik. Dasar budayanya tentu saja budaya masyarakat Dayak,” kata Esthy.

IQBAL MUHTAROM


BERITA TERKAIT