Kenali Peyebab dan Pencegahan COVID-19 Alias Virus Corona
KABARMAKASSAR.COM | 02/03/2020 15:55
Kenali Peyebab dan Pencegahan COVID-19 Alias Virus Corona

KabarMakassar.com – Di awal 2020 ini, dunia dihebohkan dengan wabah penyakit 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) atau yang juga disebut dengan virus corona.

Kekhawatiran penduduk dunia pun semakin menjadi, sebab hingga kini virus yang diketahui berasal dari Kota Wuhan, China, dan mulai menyebar sejak akhir Desember 2019 lalu itu belum ditemukan obatnya.

Hingga kini, tercatat sudah puluhan ribu orang terpapar, dan ribuan orang meninggal dunia akibat virus ini.

Apa sebenarnya virus corona itu? Apa ciri-cirinya dan bagaimana penularan maupun cara pencegahannya?

Dilansir dari laman Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), virus corona adalah salah satu virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga yang terparah seperti sindrom pernapasan akut (SARS) dan MERS-CoV.

Virus corona yang teridentifikasi di Kota Wuhan, China dengan nama COVID-19 adalah virus jenis baru yang sebelumnya tidak teridintifikasi ada pada manusia. Virus ini awalnya ditularkan ke manusia melalui interaksi dengan hewan. Kemudian manusia yang terpapar atau terjangkit virus tersebut menularkannya ke sesama manusia lainnya.

Ciri dan gejala seseorang terinfeksi virus corona

Pasien yang terinfeksi virus corona menunjukkan ciri-ciri yang kerap ditemukan pada pasien dengan gangguan pernafasan. Ciri-ciri virus corona ataupun gejala tersebut menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS antara lain:

  1. Demam tinggi
    Salah satu cara untuk mengetahui seseorang terinfeksi virus corona atau tidak adalah dengan memeriksa suhu tubuhnya. Suhu tubuh orang yang telah terinfeksi virus corona bisa mencapai 38 derajat celcius.
  2. Sakit kepala
    Selain demam tinggi, ciri-ciri lain orang terinfeksi virus corona adalah menderita sakit kepala.
  3. Flu atau pilek
    Gejala yang paling terlihat dan diduga menyebabkan penularan antara manusia adalah flu atau pilek. Orang yang terjangkit virus corona ini akan terkena flu, dan cairan dari flu ini dapat beresiko membuat orang lain tertular. Olehnya itu, orang-orang yang mengalami batuk tak kunjung reda bahkan mulai kronis patut dicurigai. Terlebih jika anda atau orang sekitar anda baru saja berinteraksi dengan orang-orang yang baru berpergian ke luar negeri.
  4. Sesak dan kesulitan bernapas
    Gejala virus corona ini memang menyerupai gejala pneumonia, dimana paru-paru terinfeksi bakteri, jamur maupun virus, dan menyebabkan seseorang mengalami sesak napas hingga kesulitan bernapas. Diketahui masa inkubasi virus ini mulai dari 2 hari sampai 2 minggu sejak berinteraksi.

Cara pencegahan Virus Corona

Metode penularan virus ini diduga sama dengan penularan SARS dan MERS yang menularkan dari manusia ke manusia lainnya melalui tetesan atau percikan air ludah maupun ingus penderita, termasuk kontak atau menyentuh barang yang terkena air ludah penderita.

Beberapa cara pencegahan untuk mengurangi resiko penularan virus corona yang disarankan oleh WHO maupun Ikadan Dokter Indonesia (IDI) diantaranya: .

  1. Menghindari berinteraksi secara dekat dengan orang yang menderita infeksi pernapasan akut.
  2. Sering mencuci tangan, terutama setelah kontak langsung dengan orang yang sakit atau lingkungannya (terapakan pola hidup sehat)
  3. Menghindari kontak tanpa perlindungan dengan peternakan atau hewan liar.
  4. Orang dengan gejala infeksi pernapasan akut harus berlatih etika batuk (pertahankan jarak, tutupi batuk dan bersin dengan tisu atau pakaian sekali pakai, dan mencuci tangan menggunakan sabun).
  5. Di dalam fasilitas perawatan kesehatan, tingkatkan praktik pencegahan dan pengendalian infeksi standar di rumah sakit, khususnya di departemen darurat.
  6. Jangan melakukan perjalanan ke negara China maupun negara yang telah terinfeksi hingga epidemi benar-benar mereda.
  7. Gunakan masker terutama bila berada di lingkungan rumah sakit dan sejenisnya

KABARMAKASSAR.COM


BERITA TERKAIT