Mengenal Goreng Pucuak Koa: Kuliner Khas Harau dari Daun Kopi
LANGGAM.ID | 30/09/2022 14:51
Mengenal Goreng Pucuak Koa: Kuliner Khas Harau dari Daun Kopi
Biji liberika yang masih belum matang di kebun kopi Desa Kumpai Batu Atas, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Sabtu. 17 Februari 2018. Tempo/Francisca Christy Rosana

Langgam.id – Salah satu kuliner khas masyarakat Nagari Harau di Kabupaten Limapuluh Kota ini perlahan mulai disorot masyarakat luas. Masakan berbahan dasar pucuk kopi itu dikenal dengan nama pucuak koa.

Pucuak koa merupakan masakan turun temurun masyarakat Nagari Harau. Terbuat dari daun tanaman kopi yang masih muda.

Pembuatannya cukup sederhana. Setelah dibersihkan, daun kopi muda digoreng dengan campuran kacang tanah dan bawang.

Masyarakat Nagari Harau selalu menjadikan goreng pucuak koa sebagai menu utama di berbagai acara, terutama baralek (pesta perkawinan). Rasanya khas dan unik.

Keunikan itu membuatnya laku di pasaran. Tak urung, pucuak koa menjadi sumber pendapatan baru bagi seorang pedagang bernama Via (41).

Warga Harau itu telah membuat masakan goreng pucuak koa sejak 2015. Via menjualnya di objek wisata dan juga melayani pesanan online.

Via mengemas goreng pucuak koa ke dalam kantung plastik berbagai ukuran dengan harga Rp15 ribu hingga Rp25 ribu.

“Peminatnya banyak. Namun masih terkendala bahan baku, daun kopi muda terbatas,” katanya akhir pekan lalu.

Selain itu, dia mengaku juga masih terkendala dengan kemasan dan menciptakan produk agar tahan lebih lama. Via berharap mendapat solusi agar pucuak paku dapat menjadi salah satu usaha andalan di sana.

 

**