KRI Dewaruci Batal Bersandar di Teluk Bayur dalam Festival Jalur Rempah
LANGGAM.ID | 19/06/2021 21:40
KRI Dewaruci Batal Bersandar di Teluk Bayur dalam Festival Jalur Rempah
Bendera Merah Putih berkibar di atas KRI Dewaruci di Perairan Laut Jawa, 17 Agustus 2017. KRI Dewaruci menyelenggarakan upacara HUT ke-72 RI di atas kapal untuk pertama kali. ANTARA FOTO

Langgam.id – KRI Dewaruci dipastikan batal singgah dan bersandar di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang dalam Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021. Hal itu disebabkan adanya perubahan rute yang akan ditempuh KRI Dewaruci.

“Karena mengingat usia KRI Dewaruci yang sudah tua dan belajar dari kejadian KRI Nanggala, sehingga salah satu hasil evaluasi yaitu kapal KRI Dewaruci tidak berlayar di Indonesia timur, dan pantai barat Sumatra,” kata Koordinator Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Rempah Kemdikbudristek, Yayuk, Jumat (18/6/2021).

Yayuk mengatakan keputusan tersebut juga didasari pada usulan TNI AL supaya rute dikurangi. Dengan begitu, rute yang akan ditempuh KRI Dewaruci yakni Surabaya-Makassar-Banjarmasin-Tanjung Uban-Jakarta-Semarang dan Benoa.

Di sisi lain, Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar mengaku sudah melakukan persiapan kedatangan KRI Dewaruci di Teluk Bayur. Namun mau tidak mau pembatalan pelayaran itu harus diterima.

“Jujur, kami sedih mengetahui hal ini karena sudah mempersiapkan berbagai hal untuk singgahnya kapal KRI Dewaruci ini di Teluk Bayur, tapi karena sudah diputuskan maka kami terima. Ini juga demi keselamatan juga,” ucap Kepala Bidang Sejarah, Nilai Tradisi dan Adat Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Fadhli Junaidi.

Diberitakan sebelumnya, kapal legendaris KRI Dewaruci akan bersandar di Pelabuhan Teluk Bayur pada 1 Oktober dalam Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021.

Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021 sendiri merupakan pelayaran mengelilingi jalur rempah Indonesia menggunakan KRI Dewaruci. Pelayaran dimulai dari Bandar Neira, Maluku, 17 Agustus 2021, dan akan berlabuh di 13 titik pelabuhan Indonesia.

Terkait hal tersebut, Wali Kota Padang Hendri Septa mengusulkan Sungai Batang Arau menjadi kawasan berlabuhnya KRI Dewaruci selain Pelabuhan Teluk Bayur.

Hendri mengatakan, kawasan Batang Arau mempunyai nilai sejarah yaitu sebagai penyangga berdirinya Kota Padang di masa lalu.

“Selain sebagai pintu gerbang antar pulau, Batang Arau merupakan kawasan cagar budaya kota tua di Kota Padang,” kata Hendri.

langgam.id


BERITA TERKAIT