Ikan Nike dan Misteri Asal-usul Gumpalan Darah Lalu Menjadi Ular
DARILAUT.ID | 11/02/2020 15:10
Ikan Nike dan Misteri Asal-usul Gumpalan Darah Lalu Menjadi Ular

MITOS yang berkembang sejak dulu, ikan nike itu berasal dari gumpalan-gumpalan darah. Gumpalan ini menyerupai bola yang hanyut dari sungai menuju ke laut.

Mitos ini diyakini mereka yang tinggal di Kota Gorontalo. Misteri asal usul ikan nike dari gumpalan darah itu tidak hanya beredar di daerah aliran sungai Bone-Bolango, tetapi juga di Sungai Paguyaman, perbatasan Kabupaten Gorontalo dan Boalemo.

Keyakinan ini lahir dari hasil pengamatan terhadap fenomena alam yang terjadi. Namun, karena keterbatasan informasi dan pengetahuan, maka lahirlah beberapa interpretasi terhadap asal muasal dari gumpalan-gumpalan merah yang hanyut dari sungai tersebut.

Tiba di laut, gumpalan-gumpalan ini berubah menjadi ulat. Kemudian berubah lagi menjadi nike. Fenomena adanya gumpalan-gumpalan dari sungai tersebut biasanya terjadi malam hari.

Hasil pengamatan dan penelusuran pustaka yang dilakukan dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Negeri Gorontalo Dr Femy M Sahami, informasi masyarakat tersebut dapat dijelaskan secara ilmiah.

“Gumpalan yang berwarna merah sebenarnya bukanlah darah, tetapi berasal dari warna ikan nike itu sendiri. Berdasarkan hasil pengamatan bahwa sebagian kepala, insang sampai bagian perut ikan ini berwarna merah pada hari pertama kemunculannya,” ujar Femy yang juga alumni Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan FPIK Unsrat, Kamis (6/2).

Menurut Femy, karena ikan ini memiliki perilaku hidup bergerombol, maka warna merah tersebut akan tampak ke permukaan air dan secara sepintas akan terlihat seperti gumpalan darah.

Femy mengatakan, gumpalan telur yang hanyut dari sungai sesampainya di laut akan pecah akibat adanya perbedaan kondisi salinitas perairan dan berubah menjadi prolarva. Tahap prolarva, yaitu sejak telur menetas sampai pertama terjadi kontak dengan air laut.

Proses telur yang menetas menjadi prolarva inilah yang masyarakat tuturkan sebagai ulat yang kemudian berubah menjadi ikan nike.

Secara ilmiah, kata Femy, dapat dijelaskan bahwa prolarva merupakan tahapan perkembangan ikan yang belum memiliki bentuk seperti ikan pada umumnya. Seiring bertambahnya waktu, akan berkembang menjadi larva, postlarva dan juvenil.

Menurut Femy, saat ini informasi dasar tentang ikan nike di perairan Teluk Gorontalo sudah terungkap. Selanjutnya yang perlu dilakukan ke depan adalah bagaimana ikan ini tetap lestari.

Salah satu faktor yang turut mempengaruhi keberadaan ikan nike ini adalah daerah lintasan migrasinya yaitu laut Teluk Gorontalo, sekitar muara dan sungai.

Keberlangsungan keberadaan ikan nike ke depan sangat tergantung pada ketersediaan habitatnya. Terutama sungai sebagai tempat mereka untuk tumbuh dewasa dan bereproduksi dan menghasilkan telur yang menjadi cikal bakal ikan nike.*

DARILAUT.ID


BERITA TERKAIT