Bade Seberat 5 Ton Iringi Palebon Anak dan Cucu I Gusti Ngurah Rai
BALIPOST.COM | 30/04/2019 10:20
Bade Seberat 5 Ton Iringi Palebon Anak dan Cucu I Gusti Ngurah Rai

MANGUPURA, BALIPOST.com – Bade setinggi 19 meter dengan bobot 5 ton dan dua naga mengiringi jenazah dalam palebon atau pengabenan anak dan cucu Pahlawan I Gusti Ngurah Rai di Puri Agung Carangsari, Petang, Senin (29/4).

Karya palebon ini disebut-sebut terbesar kedua setelah palebon Pahlawan I Gusti Ngurah Rai pada 1962 silam. Dua keturunan pahlawan I Gusti Ngurah Rai yang dipalebon yaitu pelaku sejarah I Gusti Ngurah Tantra (anak Pahlawan I Gusti Ngurah Rai) dan I Gusti Ngurah Agung Yunandha Daniel Yudha (cucu I Gusti Ngurah Rai atau putra IGN Alit Yudha).

BACA JUGA: Palebon Penglingsir Puri Blahbatuh, Bade Seberat 15 Ton Diusung 3.000 Krama

Yang menarik, bade dan dua naga di karya palebon ini diusung ribuan warga dari sejumlah desa adat di Kecamatan Petang. Proses palebon dimulai dari rumah duka menuju setra (kuburan) Desa Carangsari yang berjarak sekitar 2,5 kilometer.

Upacara diiringi dengan baris gede dan tujuh gambelan baleganjur. Mengingat jarak antara rumah duka dan setra cukup jauh, bade dan naga diusung oleh ribuan warga secara estafet.

Menurut IGAA Inda Trimafo Yudha, putri IGN Alit Yudha, khusus untuk penyandang atau pengusung bade dan dua naga saja melibatkan sedikitnya 1.800 orang. Para pengusung ini berasal dari beberapa desa adat di Kecamatan Petang, meliputi Desa Carangsari sebagai desa penyangga puri, Desa Pangsan, Desa Belok Sidan, Desa Auman Pelaga dan Desa Catur Kintamani.

“Dalam palebon kali ini bade saja beratnya sekitar 5 ton dengan tumpang sembilan, kemudian ada dua naga. Ini disandang oleh sekitar 1.800 orang,” ungkapnya disela-sela upacara, Senin (29/4).

Dalam perjalanan menuju ke setra, kedua jenazah ditempatkan dalam satu bade. Iring-iringan berjalan mulai dari dua naga, kemudian disusul bade dan gambelan baleganjur.

BACA JUGA: Pengusungan Bade Penglingsir Puri Blahbatuh Melibatkan 3000 Krama

Setiap bade dan naga menurut Inda wajib ada pengusung dari Desa Auman. Menurut kepercayaan keluarga puri, bade dan naga tidak akan bisa diangkat kalau tidak disandang oleh warga dari Desa Auman.

“Dalam prosesi ini kedua jenazah berada dalam satu Bade setinggi 20 meter. Jika puri atau tempat lain menggunakan Lembu, maka tradisi kita di Puri Carangsari menggunakan Naga. Bade dan naga ini harus ada pengusung dari Desa Auman Pelaga,” terang perempuan yang akrab disapa Gek In itu.

Baca selengkapnya di BALIPOST.COM