Bali Dijual Murah di Cina, Rp 600 Ribu untuk Paket Wisata 5 Hari
BALIPOST.COM | 19/10/2018 11:05
Bali Dijual Murah di Cina, Rp 600 Ribu untuk Paket Wisata 5 Hari
Ketua Divisi Bali Liang Asita Bali, Elsye Deliana (tengah) bersama tokoh pariwisata yang selama ini khusus menangani wisatawan Tiongkok gerah lantaran Bali dijual murah di negeri tirai bambu. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Setelah isu tenaga kerja asal Cina menyita perhatian public, kini isu yang terkait dengan Cina mulai merambah sektor pariwisata. Kali ini bahkan yang terkena dampaknya adalah Bali, magnet pariwisata Indonesia.   

Tingginya jumlah kunjungan wisatawan asal Cina ke Bali justru menjadi pertanyaan kalangan pelaku usaha pariwisata di Pulau Dewata. Mereka mensinyalir Bali sedang dijual murah di Cina sehingga wisatawan asal negeri itu ramai-ramai ke Bali.   

BACA JUGA: Ceking Dirancang Jadi Kawasan Wisata

Adalah Elsye Deliana yang mengungkapkan sinyalemen bahwa Bali sedang dijual murah di Cina. “Bali dijual sangat murah di Tiongkok oleh agen-agen tertentu. Sangat murah, bahkan semakin berlomba untuk lebih murah,” ungkap Elsye yang menjabat Ketua Divisi Bali Liang (Pangsa Pasar Mandarin) Asita Bali seperti dikutip dari Balipost.com Minggu 14 Oktober 2018.

Menurut Elsye, praktek jual murah itu sudah berlangsung sejak 2-3 tahun terakhir. Ia menduga ada permainan mafia dibalik praktek yang sangat merugikan pariwisata Bali itu.

Ia bahkan mengungkapkan data bahwa setahun terakhir, Bali hanya dijual seharga 999 renminbi atau sekitar Rp 2 juta. Hebatnya, harga miring tersebut sudah termasuk tiket pesawat pergi-pulang, makan dan menginap di hotel selama 5 hari 4 malam.

Belakangan, Elsye menyebut, harga itu bahkan sudah turun menjadi 777 renminbi atau sekitar Rp 1,5 juta. Lalu turun lagi menjadi 499 renminbi atau sekitar Rp 1 juta dan yang teranyar 299 renminbi atau sekitar Rp 600 ribu.

“Coba dipikir, dengan Rp 600 ribu bisa dapat tiket ke Bali dan balik lagi ke Tiongkok. Dapat makan dan hotel selama 5 hari 4 malam. Jadi kualitasnya seperti apa,” keluh perempuan yang akrab disapa Meilan ini.

BACA JUGA:  Bedulu Kembangkan Wisata Balai Banjar

Elsye menyebut praktek penawaran tour murah itu sebagai perjalanan berbiaya murah atau zero tour fee. Pihaknya mempertanyakan mengapa harga serendah itu bisa sampai muncul. Ditambah lagi, wisatawan Cina hanya satu hari saja diajak berkunjung ke objek wisata selama di Bali.

Itupun dipilih yang murah, seperti Uluwatu. Selebihnya, mereka diajak keluar masuk artshop milik pengusaha Tiongkok pula. Toko-toko inilah yang disebut mensubsidi wisatawan Tiongkok sehingga mendapat harga murah untuk datang ke Bali. “Namun, wisatawan wajib masuk ke toko-toko itu dan membeli barang-barang disana,” imbuhnya.

BALIPOST.COM


BERITA TERKAIT