Sungai Irigasi di Kediri Disulap Menjadi Wisata ala Venesia
JATIMPLUS.ID | 11/09/2019 15:09
Sungai Irigasi di Kediri Disulap Menjadi Wisata ala Venesia

KEDIRI- Dengan perahu motor Moh Fiqih menyusuri sungai kecil yang berkelok kelok. Perahu yang digerakkan mesin diesel itu mengajaknya melintasi rumah rumah warga. Sesekali tangannya melambai membalas anggukan kepala penduduk Mejono yang ringan menyapa.  

Diatas air yang mengalir cukup deras, perahu melaju lumayan kencang. Pelajar kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri itu begitu menikmati. Semilir angin pedesaan yang sejuk membuatnya seperti dinina bobok. Namun semuanya buyar disaat  air sungai tiba tiba muncrat membasahi bajunya.

BACA: PKK Kota Kediri Adakan Lomba Bercerita untuk Tumbuhkan Minat Baca

“Serasa di Venesia (Italia)  saja, “gurau remaja asal Jakarta itu sembari tertawa. Sungai yang menjadi rute perahu motor wisata itu merupakan sungai irigasi. Airnya jernih dan menyegarkan. Tanpa meninggalkan fungsi untuk mengairi sawah, warga Desa mengembangkanya menjadi wahana wisata air.

“Karena di pedesaan, suasananya terasa nyaman sekali “tutur Fiqih. Selain perahu motor, terdapat juga wahana menyusuri sungai dengan menaiki perahu gethek, dan perahu bebek yang dikayuh sendiri. Bagi mereka yang suka berenang juga bisa menikmati kesegaran kolam renang yang tersedia. Ada juga flying fox dengan bentangan tali diatas sungai bagi mereka yang suka melayang.

Diluar wahana air, terdapat juga permainan adventure ATV dengan menyusuri hutan bambu. “Bisa dikatakan disini ini surganya anak anak, “kata Jaka wisatawan lainnya. Bagi Teguh Mitra, wisatawan asal Tulungagung yang tiba sejak pagi, banyaknya kuliner di tempat wisata Gronjong Wariti, juga menjadi daya tarik tersendiri.

Panganan tradisional macam nasi tiwul, cenil dan klepon dijajakan di satu spot khusus yang diberi nama Jajanan Isor Pring. Bagi sebagian orang menikmati makanan tradisional dibawah rindang pohon bambu menjadi sebuah klangenan. “Enak-enak jajanan tradisionalnya. Namun favorit saya ya tetap cenilnya, ”katanya.

BACA: Kampung Jamu Kediri Berpeluang Jadi Kota Sehat 2019

Yang menarik, untuk masuk kawasan wisata Gronjong Wariti, pengunjung tidak dikenakan biaya. Pengunjung hanya cukup membayar ongkos parkir kendaraan Rp 2 ribu, dan Rp 10 ribu untuk menikmati setiap wahana yang tersedia.

Karenanya tidak heran tingkat kunjungan tertinggi di Gronjong Wariti berlangsung setiap hari Minggu. “Murah sekali. Ya, ini wisata yang disebut pro rakyat, ”paparnya.

JATIMPLUS.ID


BERITA TERKAIT