Kediri Hip Hop Family, Segenggam Dedikasi Kaum Muda Kediri
JATIMPLUS.ID | 25/01/2019 19:40
Kediri Hip Hop Family, Segenggam Dedikasi Kaum Muda Kediri

Tidak hanya liriknya yang keren. Di mata Ekky Razin Adyatma, yakni Ketua Kediri Hip Hop Family (KHF), “Jogja Istimewa” adalah lagu yang wah. Lagu yang bertenaga. Di telinganya, lagu yang dipopulerkan grup Jogja Hip Hop Foundation itu seperti mars dengan nuansa perlawanan yang membara.

Dia berharap suatu ketika  KHF bisa membuat karya yang serupa. “Kita ingin suatu saat Kediri Hip Hop Family (KHF) mampu membikin lagu seperti itu (Jogja Istimewa) ,“ tuturnya.

Ekky tidak sedang berkhayal. Juga tidak lagi membual. Toh pada 19 Agustus 2018 lalu, KHF telah meluncurkan album kompilasi berjudul Dedication. Album perdana berisi 12 lagu yang kelahirannya didahului dengan menghelat berbagai “gigs” dan workshop.

baca juga: Dari Bengkel Rosok Hingga Museum Spanyol

Karenanya Ekky optimis suatu saat angan angannya akan kesampaian. Baginya KHF punya potensi besar. KHF bukan sekedar wadah mangkal para milenial penghobi musik hip hop. Juga bukan sekedar komunitas tempat kongkow kongkow.  “KHF merupakan tempat bertukarnya segala pikiran dan ketrampilan para pelaku seni hip hop di Kediri,“ katanya. 

Selain hip hop, di KHF juga terdapat warna B- boy, rap, DJ, graffiti dan beatbox. Karena pada dasarnya merupakan bagian dari 9 elemen hip hop. Di KHF satu sama lain warna elemen saling mengisi. Saling melengkapi. Perbedaan itu justru memunculkan komposisi pelangi.

baca juga: Gerombolan Garasi Pencipta Imaji

Dan konsitensi itu terus terjaga sejak KHF berdiri di tahun 2008 silam. “Di dalam KHF kita saling tukar pengetahuan. Yang bisa rap mengajari yang grafiti. Yang bisa beatbox ngajari hip hop. Begitu juga sebaliknya,“ terangnya.

Sebentar menengok ke belakang. Keberadaan KHFdi Kota Kediri mengingatkan pada gerakan awal musik elektronik yang dimotori Marzuki Muhammad atau Marzuki Kill The DJ.

baca juga: Dari Kick Andy, Naked Traveler, Komunitas Hingga Royalti

Tahun 1997, Juki begitu biasa disapa bersama Kus Widananto (Jompet), Ari Wulu, Ugoran Prasad dan Yosef Herman Susilo membentuk komunitas Performance Fucktory (PF).

PF berisi para seniman muda Yogyakarta yang memiliki minat sama dalam mengeksplorasi musik elektronik (hip hop, rapp dan semacamnya). Dari sindikasi komunitas PF itu munculah Parkinsound, yakni festival musik elektronik pertama di Indonesia yang dihelat tahun 1999 di Lembaga Indonesia Perancis Yogyakarta. “KHF juga isinya beragam. Suatu saat kita juga bisa melakukan seperti itu,“ terang Ekky yang saat ini masih duduk kelas III SMA.

Sebelum masuk dunia hip hop, dia pernah menceburkan diri ke dalam komunitas underground. Kemudian juga pernah aktif sebagai seorang punker dan sejenisnya. Semua aliran dan komunitas, kata Ekky pernah dijajalnya.

Untuk cerita selengkapnya baca JATIMPLUS.ID


BERITA TERKAIT