Binangun Jerami Fest Hadirkan Patung dan Replika Candi dari Jerami
SATELITPOST.COM | 30/10/2019 11:30
Binangun Jerami Fest Hadirkan Patung dan Replika Candi dari Jerami
WAKIL Bupati Banjarnegara, Syamsudin, berfoto bersama warga Binangun yang sukses menyelenggarakan Binangun Jerami Fest 2019, Jumat (25/10) lalu.

BANJARNEGARA, SATELITPOST – Sebagai bentuk ungkapan rasa syukur seusai panen raya, warga di Dusun Binangun, Desa Jenggawur, Kecamatan Banjarmangu, menggelar Binangun Jerami Fest 2019. Dimotori oleh para pemuda, gelaran kali kedua ini melibatkan seluruh warga untuk bersama-sama mempersiapkan dan membuat lokasi acara penuh dengan nuansa jerami.

Ketua Panitia Binangun Jerami Fest 2019, Fauzi Saputra mengatakan, butuh waktu dua bulan untuk mempersiapkan acara tersebut. Jerami dijadikan simbol, bahwa mayoritas warga bermata pencahariaan sebagai petani. Jerami sisa hasil panen di persawahan sekitar, dikumpulkan lalu dijadikan bahan utama membuat beragam karya kreatif seperti patung, replika bangunan candi, serta dekorasi lokasi.

BACA: Aktivitas Tambang di Wanadri Banjarnegara Diprotes Warga

“Acara ini merupakan wujud syukur, sekaligus bentuk kreativitas warga dengan mengusung semangat gotong royong,” katanya 28 Oktober 2019.

Beberapa pertunjukan dan kegiatan, sudah dipersiapkan untuk memeriahkan acara yang digelar selama 10 hari mulai, Jumat (25/10) hingga 3 November 2019 mendatang. Pentas seni tarian dan musik, sajian kuliner tradisional, gelar potensi lokal dari usaha dusun hingga pengajian, mengisi hari-hari selama kegiatan tersebut berlangsung.

Untuk masuk lokasi, panitia memberlakukan harga tiket Rp 5.000 per orang dan Rp 10.000 per orang pada dua hari terakhir. Menurutnya, pada dua hari terakhir festival panitia menghadirkan bintang tamu spesial untuk memeriahkan acara.

“Untuk dua hari terakhir akan ada penampilan musik blues dari Yogyakarta dan Komunitas Banjarnegara Reagae Family,” katanya.

Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin, menyampaikan apresiasi atas semangat dan kreativitas warga Binangun menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan satu cara melestarikan kearifan lokal dan pengingat jati diri di tengah kemajuan teknologi.

BACA: Siswa Banjarnegara Sedekah Buku di Bulan Bahasa

“Kegiatan ini memiliki makna luas, bisa menjadi ajang pembelajaran bagi generasi muda untuk tidak melupakan kearifan lokal di tanah kelahirannya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Syamsudin juga berpesan agar seusai penyelengaraan acara jerami-jerami tidak dibakar. Menurutnya, jerami akan lebih bermanfaat ketika dibuat menjadi pupuk organik sehingga memiliki nilai dan manfaat lebih bagi petani. (oel)

SATELITPOST.COM


BERITA TERKAIT