Wisata Lorong Blothong, Terowongan Bekas Pembuangan Limbah Pabrik Gula
SATELITPOST.COM | 10/05/2019 08:40
Wisata Lorong Blothong, Terowongan Bekas Pembuangan Limbah Pabrik Gula
PENGUNJUNG menyusuri saluran irigasi Lorong Blothong bekas peninggalan Belanda yang sudah dipoles oleh warga setempat untuk dijadikan tempat wisata bersejarah di Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Rabu (8/5).

BANYUMAS, SATELITPOST-Memanfaatkan bangunan lama berupa terowongan dari bekas “Suikerfabriek Kalibagor” (Pabrik Gula Kalibagor, red), masyarakat Desa Grumbul Jengkonang kini memiliki destinasi wisata sejarah “Lorong Blothong” yang selalu ramai didatangi pengunjung.  

Hanya dengan membayar tiket Rp 3000, pengunjung diajak menelusuri sebuah terowongan sepanjang 80 meter dengan lebar 2 meter dan ketinggian 1,5 meter yang dibangun Belanda pada tahun 1839 silam. Terowongan tersebut merupakan bekas pembuangan limbah (blothong) milik Pabrik Gula Kalibagor selama masih aktif.

BACA: Sekolah Kayak di Purbalingga Mulai Dikenal

Sumadi Ketua Umum Paguyuban Wisata Jengkongan (PWJ)  “Lorong Blothong” menjelaskan, objek wisata sejarah Lorong Blothong diinisiasi oleh masyarakat Grumbul Jengkonang Desa Kalibagor yang berangkat dari yang bercita-cita ingin mengubah pola hidup serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi.  

“Kebetulan ada potensi bangunan peninggalan sejak zaman Belanda yang dilanjutkan pada zaman Jepang ini. Kami fungsikan kembali menjadi daya tarik wisata yang bersifat sejarah,” katanya, Rabu (8/5/2019)  

Menurut cerita pendahulu, lanjut dia, sisa limbah dari pengolahan gula dibuang ke Sungai Serayu melalui terowongan yang melintas di tanah warga. Pada zamannya, masyarakat tidak melakukan protes dan keberatan karena mereka dipekerjakan di Pabrik Gula Kalibagor tersebut. “Yang baru dibuka dan dibersihkan sepanjang 80 meter. Sebenarnya masih ada 300 meter lagi terowongannya,” kata dia.  

BACA: Hanya Bermodal Paralon dan Kaporit, Warga Cilacap Ciptakan Inovasi Alat Pembunuh Bakteri Air Sumur

Dengan bergotong royong, masyarakat Grumbul Jengkonang mulai membersihkan terowongan yang sudah ditumbuhi belukar dan kumuh. Meski baru percobaan pembukaan sejak Senin (6/5) kemarin, namun sudah banyak pengunjung yang datang. “Penasaran seperti apa terowongan bangunan sejarah ini. Jadi ke sini sekalian ngabuburit,” ujar seorang pengunjung, Hanum (19) warga Kecamatan Kalibagor. (rar)

SATELITPOST.COM


BERITA TERKAIT