Mandi Balimau di Sungai Sibuluan, Tradisi Menyambut Puasa di Pantai Barat Sumut
MEDANHEADLINES.COM | 06/05/2019 13:34
Mandi Balimau di Sungai Sibuluan, Tradisi Menyambut Puasa di Pantai Barat Sumut
Masyarakat Tapteng Memadati Sungai Sibuluan Untuk Melaksanakan tradisi Mandi Limau Jelang Bulan Ramadhan

MEDANHEADLINES.COM, Tapteng – Gemericik air sungai Sibuluan sore itu terlihat menyegarkan. Tidak sedikit orang yang datang kesana tahan godaan untuk menyeburkan diri ke pemandian alam itu.

Walau siang itu suasana tampak mendung, sungai yang berjarak 2 KM dari simpang tunggu ikan Sibuluan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah terlihat penuh sesak diserbu warga.

BACA: Selama Bulan Ramadhan, Pemko Medan Akan Lakukan Penutupan Tempat Hiburan Malam

Diketahui, setiap tahunnya sungai pemandian alam Sibuluan ini selalu ramai dikunjungi warga. Menjelang Ramadan, tidak sedikit warga dari Sibolga-Tapteng datang untuk melakukan tradisi mandi `Balimau`.

“Byurrr..” begitulah lompatan silih berganti dari anak-anak yang mandi sore itu.

Diketahui, mandi ‘Balimau’ ini adalah salah satu upacara ritual membersihkan badan dengan jeruk limau. Limau yang dipotong itu diperas lalu dibalurkan ke sekujur tubuh untuk menggantikan sabun.

Jeruk yang biasa dipakai untuk masak itu dianggap bisa membersihkan kulit dan jiwa mereka menjelang masuknya bulan suci Ramadan.

“Tiap tahunnya menjelang bulan puasa, memang selalu ramai disini (Sungai Sibuluan) untuk mandi balimau,” kata Hutagalung sembari mempersiapkan tenda untuk warga, Minggu (5/5/2019)

Sedari siang pukul 14.00 WIB, sungai Sibuluan sudah mulai ramai dikunjungi warga. Suasana pun kian riuh saat sore menjelang. Ruang gerak berendam semakin sulit, berhimpit. Tapi pengunjung justru menikmatinya.

Waktu yang terus beranjak. Sinar mentari pun kian meredup. Beberapa warga tampak mulai beranjak dari sungai. Acara mandi Balimau pun nampaknya usai sudah.

Meski bukanlah sesuatu yang sakral dan diwajibkan, namun mandi `limau` ini sudah menjadi tradisi yang turun temurun dan terus bertahan di kalangan masyarakat Muslim pesisir pantai barat Sumut.

BACA: Sambut Ramadhan, Ini Yang Akan Dilakukan Pemkab Tapteng

“Mandi limau ini memang sudah tradisi, yah kita sebagai generasi harus ikut menjaga tradisi itu,” kata Tompul, warga Desa Sipan.

Usai mensucikan diri, beberapa warga terlihat bersilahturahmi dengan sesama pengunjung sebelum beranjak pulang.(hen)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT