Memahami Virus Corona dan Sejauh Mana Masker Mampu Mengantisipasi COVID-19
SOLOTRUST.COM | 04/03/2020 15:01
Memahami Virus Corona dan Sejauh Mana Masker Mampu Mengantisipasi COVID-19

JAKARTA, Solotrust.com - Juru bicara (Jubir) terkait penanganan wabah virus corona (Covid-19), Achmad Yurianto menjelaskan untuk memahami terlebih dahulu Covid-19 karena sebagaimana virus lainnya membutuhkan inang dan hanya bisa hidup di dalam sel yang hidup, sama halnya seperti benalu di pohon.

”Benalu ini bisa hidup kalau pohonnya hidup, kalau pohonnya mati pasti benalunya ikut mati. Demikian juga dengan virus dia hidup di dalam sel yang hidup. Sel yang hidup itu ada di saluran pernafasan orang yang sakit,” ujar Achmad Yurianto yang juga sekaligus Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), saat menjawab pertanyaan wartawan di halaman Istana Kepresidenan, DKI Jakarta, Selasa (03/03/2020), dilansir dari laman resmi Sekretariat Kabinet RI, setkab.go.id.

Pada saat kemudian seseorang berbicara, batuk, maupun bersin, menurut Achmad Yurianto, sebagian selnya ini terlepas atau terlempar yang dalam istilah kesehatan disebut dengan droplet.

”Oleh karena itu, logika kita, sehebat apa pun orang sakit itu enggak mungkin droplet-nya, percikkan ludahnya itu terlemparnya sampai satu kilo dari mulutnya, pasti sekitar satu meter. Oleh karena itu, persyaratannya adalah kontak dekat,” ujar Sesditjen P2P.

Kemudian, lanjut Achmad Yurianto, sel manusia apabila lepas dari tubuh manusia di dalam iklim Indonesia dengan paparan ultraviolet, suhu, kelembaban yang seperti ini rata-rata hanya akan bertahan di 10 sampai 15 menit setelah itu akan mati baik indoor maupun outdoor.

”Sama dengan percikan darah kita kalau kemudian berada di daerah yang tertetes di mana pun enggak sampai 10 menit sel darahnya akan mati. Begitu sel itu mati, maka virus yang menumpang di dalamnya pasti ikut mati. Oleh karena itu, kemudian pertanyaannya, apakah logis kalau kemudian tanpa kontak dekat, jarak jauh bisa sakit? Enggak mungkin,” tambah Yuri, panggilan akrab jubir penanganan wabah virus corona.

Cara paling gampang mengendalikan, menurut Sesditjen P2P, siapa pun yang sedang sakit entah itu batuk atau pilek, bukan hanya karena Covid-19, sebaiknya menggunakan masker supaya saat droplet tidak terbuang ke mana-mana.

”Kita minta yang sakit pakai masker. Bahkan, kalau perlu mari kita tegur yang dengan cara yang baik apabila ada teman kita batuk dan pilek enggak pakai masker,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jubir Penanganan Covid-19 juga menyampaikan bahwa virus ini akan masuk melalui mulut, bisa masuk sekali pun memakai masker dan ini yang paling sering terjadi.

”Ada orang lain batuk, percikan dia kena pintu, percikan dia misalnya batuk tutup pakai tangan setelah itu gantung lagi di bus, kemudian kita pakai masker pegangan, maka akan ada transfer ke tangan kita, kemudian dia kita dikasih gorengan gratis. Setebal apa pun masker kita kalau dapat gorengan pasti dibuka. Itulah masuknya di situ,” kata Achmad Yurianto.

SOLOTRUST.COM


BERITA TERKAIT