Mengapa Bekerja di Kantor Tidak Asyik Lagi?
TABLOIDBINTANG.COM | 04/08/2019 10:02
Mengapa Bekerja di Kantor Tidak Asyik Lagi?

TABLOIDBINTANG.COM - Kantor bukan hanya tempat bekerja, tapi bersosialisasi, berteman, dan berbagi kasih sayang. Apalagi bagi kebanyakan orang, kantor tak ubahnya rumah kedua.

Satu hari yang kita miliki, setengahnya dihabiskan di kantor. Kalau lingkungan dan rekan kerja sudah klop, rekan-rekan kantor pasti terasa seperti keluarga sendiri.

Bagaimana jika lingkungan kantor kita tak seperti yang diharapkan? Hari-hari dihabiskan untuk bekerja, tanpa sosialisasi, apalagi menganggap rekan kerja seperti keluarga.

 

Situasi kaku seperti ini pasti membosankan. Bisa jadi ini bukan salah lingkungan, tapi karena Anda bukan tipe orang yang mudah dekat dengan orang lain. Bagaimana caranya mendekatkan diri dengan rekan-rekan kerja, ada trik dan tip yang harus Anda ketahui.

Tim Sanders, penulis The Likeability Factor yang juga menjadi pelatih leadership di Yahoo! melakukan penelitian selama dua tahun dan menemukan rahasia menjadi pribadi yang memiliki magnet. “Saat orang lain berhubungan dengan Anda, tanpa disadari mereka menanyakan empat pertanyaan dalam hati untuk menyimpulkan apakah Anda disukai atau tidak," jelas Sanders.

Kalau Anda merasa kesulitan berteman baik dengan rekan-rekan kerja, coba jawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

Apakah saya orang yang ramah?

Keramahtamahan Anda amat berfungsi dalam berkomunikasi secara terbuka terhadap orang lain. Belajarlah berkomunikasi dengan mengeluarkan aura kegembiraan, senyum tulus, dan bahasa tubuh yang menyenangkan. Ada orang yang bilang, wajahnya sudah tercipta dengan cetakan judes atau galak. Ah, alasan.

Keramahan yang alami bukan hanya dipancarkan wajah tapi muncul dari hati. Jika hati dan pikiran sudah menciptakan keramahan, wajah dan bahasa tubuh dengan sendirinya bereaksi sama.

Apakah ada kesamaan minat antara saya dan teman-teman?

Setelah mendapat sinyal ramah, selanjutnya seseorang akan menilai, apakah Anda orang yang cocok untuknya atau tidak. Maksudnya, secara otomatis mereka akan mencari kesamaan dan ketertarikan yang sama agar bisa terus berhubungan baik dengan Anda.

Semakin banyak hal yang nyambung dibicarakan, semakin mereka mudah menyukai Anda. Coba gali informasi soal kesukaan, hobi, atau ketertarikan atas sesuatu dengan rekan-rekan kerja Anda. Semakin banyak hal yang bisa dibicarakan, makin baik.

Apakah saya menunjukkan empati?

Empati yang Anda tunjukkan merefleksikan kapasitas Anda dalam melihat masalah dari sudut pandang orang lain dan merasakan perasaan mereka.

Saat Anda terhubung dengan perasaan orang lain dan mereka turut merasakan bahwa Anda bersama mereka, otomatis mengirimkan keterkaitan emosi dan membuat orang lain mudah menerima kehadiran Anda.

Saya tulus atau berpura-pura?

Kebenaran tecermin dari seberapa konsistennya perkataan dan perbuatan Anda. Bisa saja Anda bersikap ramah, sering berbagi cerita dengan orang lain, turut merasakan perasaan rekan kerja, tapi semuanya itu tak nyata.

Ya, Anda tak benar-benar melakukan itu dengan sadar dan tulus dari dalam hati. Celakanya, jika orang lain sudah menyimpulkan sikap Anda palsu, mereka otomatis akan bersikap sama palsunya dengan Anda, atau lebih parah malah membenci Anda.

"Pada dasarnya, popularitas muncul jika Anda berhasil menciptakan pengalaman emosional positif dengan orang lain," simpul Sanders.

"Saat Anda membuat orang lain merasa nyaman dan senang, mereka otomatis mendekat kepada Anda," pungkasnya.

Kalau pertanyaan-pertanyaan di atas sudah bisa dijawab, Anda akan mendapat kesimpulan, apa yang membuat Anda kesulitan bersosialisasi dengan rekan kerja.

(riz / gur)

 

BERITA TERKAIT