Kisah Suami-Istri Pengemudi Ojek Online, Mencari Nafkah, urus Anak, dan Beramal
TABLOIDBINTANG.COM | 18/06/2019 14:19
Kisah Suami-Istri Pengemudi Ojek Online, Mencari Nafkah, urus Anak, dan Beramal
Ratusan pengemudi ojek online Grab konvoi menuju kantor Grab Indonesia, di Gedung Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 19 September 2018. Turunnya harga tarif dasar membuat ratusan pengemudi ojek online ini berdemonstrasi di depan kantor Grab Indonesia. TEMPO/Subekti

TABLOIDBINTANG.COM - Setiap mitra pengemudi ojek online menyimpan berbagai kisah unik dan inspiratif. Salah satu contohnya adalah kisah sepasang suami istri asal Pontianak yang sama-sama bekerja sebagai ojek online. Mereka adalah Fahrul dan Yeni.

Seperti tertulis dalam siaran pers Grab yang dikirim kepada tabloidbintang.com, cerita keduanya bermula dari keputusan Fahrul untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai guru honorer dan mengikuti pendaftaran pengemudi ojek online di Pontianak pada September 2017. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga mereka, istri Fahrul, Yeni pun memutuskan untuk ikut menjadi pengemudi ojek online pada Februari 2018.

Meskipun memiliki profesi yang sama, Fahrul dan Yeni tetap kompak melaksanakan kewajiban mereka sebagai orang tua dengan tiga anak yang masih menimba ilmu di bangku sekolah.

 

 

Fahrul dan Yeni, Mitra Pengemudi GrabBike Pontianak (Grab)
Fahrul dan Yeni, Mitra Pengemudi GrabBike Pontianak (Grab)

Fahrul mengungkapkan, “Setiap pagi saya akan mulai bekerja dan mengambil order-an, sementara itu Yeni akan mengantarkan anak-anak ke sekolah dulu. Nah, sebaliknya, saya akan jemput anak-anak setelah mereka selesai sekolah dan Yeni bisa tetap fokus narik sore harinya. Enaknya kami bisa mengatur jam kerja kami sendiri dan menyesuaikannya dengan aktivitas kami yang lain.”

Selain aktif sebagai mitra pengemudi Grab Bike, Fahrul dan Yeni juga tergabung dalam komunitas ojek online bernama Keluarga Besar Grab Pontianak (KBGP) yang sudah berdiri sejak 2018.

“Komunitas kami sering mengadakan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, seperti berkunjung ke panti asuhan, ikut dalam kegiatan donor darah di rumah sakit, dan masih banyak lagi. Selain itu, setiap hari Jumat, komunitas kami punya program khusus bernama ‘Jumat Berkah’. Jadi, kami mengumpulkan sumbangan yang tidak ditentukan jumlahnya, biasanya sih rata-rata IDR 10.000 – IDR 50.000 per orang. Total dari dana ini akan dipakai untuk memberikan donasi kepada masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk uang atau barang,” ungkap Yeni.


BERITA TERKAIT