Viral Postingan Angela Gilsha, Ini Lo Penyebab Bayi Cenderung Rewel di Pesawat
TABLOIDBINTANG.COM | 12/06/2019 19:00
Viral Postingan Angela Gilsha, Ini Lo Penyebab Bayi Cenderung Rewel di Pesawat
Ada banyak alasan mengapa bayi menangis selama berada di dalam pesawat. (Depositphotos)

Banyak orang tua, atau mungkin termasuk Anda, tersinggung dengan ucapan artis Angela Gilsha (24), yang mengatakan bahwa lebih baik binatang peliharaan yang diperbolehkan masuk pesawat ketimbang bayi karena tangisan bayi sangat mengganggu di pesawat. Sebelum ikut berkomentar, ada baiknya Anda memahami mengapa bayi cenderung menangis dan rewel selama berada di pesawat terbang?

Meski tidak jarang bayi kooperatif dan menikmati perjalanan dengan pesawat terbang, ada banyak alasan mengapa bayi menangis selama berada di dalam pesawat. Bisa jadi karena kelelahan, mengantuk, lapar, kedinginan, bosan, tidak nyaman, atau merasa kesakitan. Namun secara khusus ada alasan mengapa berada di atas ketinggian membuat bayi merasa sangat tidak nyaman sehingga membuat mereka menangis.

Dr. Simon Baer, dokter spesialis THT asal Britania Raya, menyebutkan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara anatomi saluran pendengaran bayi dengan orang dewasa. Dan perbedaan tekanan udara ketika bayi berada di dalam pesawat dan di atas ketinggian tertentu menyebabkan rasa nyeri di bagian dalam telinga mereka sehingga memicu bayi rewel atau menangis.

Angela Gilsha (Seno/tabloidbintang.com)

“Tentu saja, salah satu alasan utama bayi menangis di pesawat adalah karena mereka tidak pandai menyamakan tekanan udara di telinga bagian tengah, karena saluran Eustachius infantil pada bayi umumnya tidak berfungsi sebaik orang dewasa,” kata Simon Baer.

Saluran Eustachius adalah kanal yang menghubungkan telingah tengah ke nasofaring di tenggorokan bagian atas dan bagian belakang rongga hidung. Pada dasarnya, tabung ini mengontrol tekanan di dalam telinga tengah, sehingga sama dengan tekanan udara di luar tubuh.

Saluran Eustachius biasanya tertutup di sebagian besar waktu, dan hanya membuka untuk kegiatan seperti menguap, menelan, mengunyah, dan memungkinkan udara melewati jalur antara telingat tengah dan nasofaring.

Ketika tekanan atmosfer berubah dengan cepat, menyebabkan perasaan seperti tersumbat di telinga, kebanyakan orang dewasa akan menguapatau menelan ludah untuk membuka tabung saluran Eustachius dan menyamakan tekanan di dalam telinga tengah.

Namun hal ini bukan perkara mudah bagi bayi berusia di bawah satu tahun. Oleh sebab itu Simon Baer memberikan tiga langkah untuk mencegah nyeri telinga pada bayi yang melakukan perjalanan dengan pesawat terbang.

Cara pertama adalah memastikan bayi dalam kondisi terjaga dan tidak tidur saat proses lepas landas dan mendarat. Kedua, berikan susu baik melalui botol susu atau asi selama proses lepas landas dan mendarat tersebut. Sebab dengan meminum susu, bayi akan menelan dan otomatis membuka tabung saluran eustahcius. Ketiga, hindari melakukan penerbangan ketika bayi mengalami infeksi saluran pernapasan atas seperti flu dan batuk karena akan menambah nyeri di telinga tengah.

(riz/bin)


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT