Muncul Video Instruksi Bunuh Diri yang Menyasar Anak, Begini Tanggapan YouTube
TABLOIDBINTANG.COM | 25/02/2019 21:30
Muncul Video Instruksi Bunuh Diri yang Menyasar Anak, Begini Tanggapan YouTube
YouTube memasitikan memiliki teknologi untuk menyaring dan mendeteksi video-video yang dianggap mengandung konten berbahaya untuk penonton. (Istimewa)

YouTuber Filthy Frank sedang menjadi sorotan setelah beredarnya video yang diduga mempertontonkan adegan instruksi bunuh diri dan menyasar pentonon anak-anak dikecam oleh para orang tua di Amerika Serikat. Tidak diketahui secara jelas apa motivasinya membuat video semacam ini.

Sebelumnya Filthy Frank yang mempunyai lebih dari 6,2 juta pelanggan YouTube ini juga kerap membuat video dengan menggunakan layar hijau (seperti di video yang diduga instruksi bunuh diri), namun konteks dari video-video buatannya memang kurang jelas. Filthy Frank kerap menyebut dirinya “perwujudan dari segala sesuatu yang seharusnya tidak dimiliki seseorang.”

YouTuber Filthy Frank. (Independent)

Filthy Frank yang bernama asli George Miller belum memberikan tanggapan mengenai heboh video yang menampilkan dirinya saat diduga memberikan instruksi bunuh diri untuk anak-anak tersebut.

Sementara itu, Andrea Faville, juru bicara YouTube membuat pernyataan tertulis bahwa pihaknya telah bekerja untuk memastikan bahwa video tersebut tidak berbahaya. “(Video tersebut) tidak digunakan untuk mendorong perilaku berbahaya dan kami telah memiliki kebijakan ketat yang melarang video-video yang mengandung unsur melukai diri,” tulis Andrea Faville.

Andrea Faville juga memastikan YouTube telah memiliki teknologi untuk menyaring dan mendeteksi video-video yang dianggap mengandung konten berbahaya untuk penonton. “Setiap tiga bulan, kami menghapus jutaan video dan kanal yang melanggar kebijakan kami dan kami menghilangkan mayoritas video tersebut sebelum mereka ditonton orang. Kami selalu bekerja untuk meningkatkan sistem kami dan menghapis konten-konten yang melanggar hukum dengan lebih cepat, itulah sebabnya kami melaporkan kemajuan kami dalam laporan tiga bulanan dan memberikan penonton laporan yang menunjukkan status video-video yang telah mereka tandai (berbahaya),” jelas Andrea Faville.

(riz/bin)


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT