WHO Menyebut 3,5 Juta Penduduk Indonesia Mengalami Kebutaan
TABLOIDBINTANG.COM | 26/09/2018 01:30
WHO Menyebut 3,5 Juta Penduduk Indonesia Mengalami Kebutaan
Suasana penyerahan bantuan alat kesehatan dari BCA. (Foto: Wayan Diananto)

Tingginya kasus katarak di Indonesia mengundang keprihatinan sejumlah pihak. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut di Indonesia, terdapat sekitar 3,5 juta orang yang kedua matanya buta. Hampir separuhnya atau sekitar 1,5 juta orang buta akibat katarak. Data lain dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia per 30 Agustus 2018 menyebut katarak penyumbang terbesar kebutaan di Tanah Air yakni, hampir mencapai 60 persen.

Fakta lain yang patut diperhatikan di bidang kesehatan, jumlah kebutuhan minimal darah di Indonesia yang mencapai 5,1 juta kantong per tahun atau 2 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Fakta dan data seputar kebutuhan darah serta katarak mengundang keprihatinan sejumlah pihak salah satunya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Melalui program Bakti BCA, bank terbesar di Indonesia ini menyerahkan donasi berupa alat operasi katarak.

Bantuan diserahkan kepada SPBK Perdami Pengurus Pusat dan SPBK Perdami Cabang DKI Jakarta. Selain itu, BCA mendonasikan sarana pengambilan darah donor kepada Unit Transfusi Darah PMI DKI Jakarta. Peralatan senilai 1,3 miliar rupiah lebih ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Suwignyo Budiman menyatakan selain bidang kesehatan, BCA juga memperhatikan bidang lain.

"Kami memperhatikan pendidikan dengan memberikan bea siswa, meningkatkan kualitas fisik bangunan sekolah maupun sumber daya manusianya. Kami berupaya melestarikan budaya Indonesia di antaranya wayang, keris, dan kain batik. Kami juga mendukung desa wisata di provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur mengingat, sektor wisata sedang diunggulkan pemerintah saat ini," terang Suwignyo kepada tabloidbintang.com di Jakarta, pekan ini.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT