40-an Desa di Maluku Sabet Anugerah Desa Wisata Indonesia, Ohoi Ngilngof Desa Wisata Maju Terbaik
TERASMALUKU.COM | 24/01/2022 08:57
40-an Desa di Maluku Sabet Anugerah Desa Wisata Indonesia, Ohoi Ngilngof Desa Wisata Maju Terbaik
Lanskap Pantai Ngurbloat, Pulau Kei Kecil, Meluku Tenggara. Tempo/Francisca Christy Rosana

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kurang lebih 40-an desa dari Maluku sabet Anugerah Desa Wisata Indonesia Tahun 2021. Dan Ohoi (desa) Ngilngof di Maluku Tenggara yang terkenal dengan objek wisata Pantai Pasir Panjang bahkan masuk 50 besar dan jadi Desa Wisata Maju Terbaik dalam ajang ini.

Puluhan desa di Maluku ini tergabung dalam 300 Desa Wisata Indonesia 2021.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Rio Pellu, Anugerah Desa Wisata Indonesia Tahun 2021 merupakan ajang yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dalam ajang ini, dibagi dalam kategori atau tingkatan Desa Wisata Rintisan, Berkembang, Maju dan Mandiri.

Dari 40-an desa wisata di Maluku ini, sebagian besarnya dari Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku Tengah, Kepulauan Tanimbar yang masuk kategori Desa Wisata Berkembang dan Maju.

“Dari Maluku ada kurang lebih 40-an desa wisata yang masuk, tapi yang meraih prestasi terbaik itu Ngilngof (desa di Maluku Tenggara) karena masuk 50 besar se-Indonesia dan dalam Anugerah Desa Wisata dia (Ngilngof) dia menjadi Desa Wisata kategori Maju Terbaik,” kata Rio saat diwawancarai terasmaluku.com Jumat (21/1/2022).

Untuk ambil bagian dalam ajang Desa Wisata ini, kata Rio, desa daftar lewat website Jaringan Desa Wisata atau jadesta.com kemudian diisi persyaratannya dan selanjutnya dinilai oleh Kemenpar.

“Jadi untuk penilaiannya itu ada beberapa komponen (persyaratan), seperti souvenir, atraksi, home stay atau infrastruktur wisata, penerapan protokol kesehatan dan yang paling penting adalah aspek digital marketingnya, kita (Dispar Maluku) koordinasi dengan kabupaten/kota mendorong agar desa-desa berpartisipasi dalam ajang itu,” sambungnya.

Dinas Pariwisata Maluku pun kata Rio menambahkan terus mendorong agar desa-desa wisata di Maluku semakin berkembang melalui pendampingan dan pelatihan berbagai aspek seperti pengembangan SDM pelaku wisata di desa, promosi desanya, cara mengemas atraksi agar menarik hingga cara terbaik memproduksi dan mengemas souvenir produk ekonomi kreatif.

Termasuk bagaimana promosi digitalnya. Apalagi sebagian besar desa-desa wisata di Maluku ini belum memilikinya padahal aspek promosi digitalnya ini sangat penting.

“Juga kolaborasi dengan OPD terkait lainnya seperti infrastruktur terutama akses, jaringan internet, itu yang jadi skenario untuk mengembangkan kepariwisataan karena Pak Menteri mendorong pengembangan wisata ini salah satunya melalui desa wisata,” tandasnya.

terasmaluku.com

 


BERITA TERKAIT