Pintu Masuk Indonesia Dibuka, Bupati SBT Minta Timpora Perketat Pengawasan WNA
TERASMALUKU.COM | 26/10/2021 19:15
Pintu Masuk Indonesia Dibuka, Bupati SBT Minta Timpora Perketat Pengawasan WNA
Ilustrasi medis (pixabay.com)

TERASMALUKU.COM,-BULA-Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) akan memperketat pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang diketahui keluar masuk di SBT tanpa memiliki izin atau dokumen lengkap.

Peningkatan pengawasan terhadap WNA merupakan isu penting dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Ambon, di Aula Gedung Serbaguna Dinas Kesehatan SBT, Jumat (22/10/2021).

Rakor dihadiri Timpora Kabupaten SBT, diikuti juga Timpora dari 15 kecamatan. Diantaranya TNI-Polri, Camat serta dinas terkait lainnya di Kabupaten SBT.

Bupati SBT Abdul Mukti Keliobas dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati SBT Idris Rumalutur mengatakan, Pemkab SBT mengapresiasi semua pihak yang bersama-sama berkomitmen dengan Imigrasi melakukan pengawasan orang asing.

Bupati mengatakan, Indonesia kini dapat mengendalikan pandemi Covid -19, beberapa negara sudah bisa masuk kembali ke Indonesia. Karena itu, Bupati mengajak Timpora  meningkatkan penegakan hukum di bidang Keimigrasian, seiring dibukanya pintu masuk Indonesia.

“Pengawasan terhadap WNA harus ditingkatkan, karena kebijakan pemerintah pusat yang mulai membuka pintu masuk ke Indonesia. Kondisi ini harus diikuti peningkatan pengawasan WNA yang masuk ke SBT, ” kata Bupati.

Para pekerja asing selama ini masuk keluar Kabupaten SBT, karena perusahan minyak dan gas bumi beroperasi di wilayah SBT mempekerjakan mereka.

Kinerja Timpora harus sesuai dengan Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, khususnya pada Pasal 69 ayat (1), mengamanatkan agar pengawasan orang asing dilakukan secara terkoordinir diantara instansi pemerintah terkait.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Ambon Arman Armada Yoga Surya mengatakan, Rakor ini dapat memberikan informasi soal WNA yang masuk di SBT, agar pihaknya juga bisa mengetahui pasti. Dirinya juga mengharapkan komunikasi dan koordinasi dengan Pemkab SBT.

Timpora juga akan melakukan investigasi jika ada informasi soal keberadaan orang asing di SBT yang tidak memiliki izin atau identitas jelas. Jika ditemukan demikian, akan dipulangkan ke negara asalnya.

“Jadi setiap informasi yang masuk akan kami investigasi sebelum diambil tindakan, mungkin saja akan kami adakan operasi gabungan apabila benar ditemukan, kita pulangkan,” katanya. 

terasmaluku.com