Jubir Satgas : Maluku Masih Sangat Jauh dari Herd Immunity
TERASMALUKU.COM | 10/08/2021 14:07
Jubir Satgas : Maluku Masih Sangat Jauh dari Herd Immunity
Peserta vaksinasi mendapatkan suntikkan dosis pertama saat mengikuti Vaksinasi Gotong Royong Perbanas di Lapangan Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu, 19 Juni 2021. Di Jakarta, vaksin diberikan kepada 50.000 karyawan pada 19-30 Juni untuk tahap pertama dan 11-19 Juli untuk tahap kedua. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Juru Bicara Satga Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerung mengungkapkan Maluku masih sangat jauh dari terbentuknya kekebalan kelompak atau herd immunity.

Ini dikarenakan, hingga awal Agustus 2021 saja, capaian vaksinasi di Maluku baru mencapai 15 persen.

Berdasarkan data Satgas per 9 Agustus 2021, jumlah warga yang telah divaksin sebanyak 216.577 dosis pertama (15,28 persen) dan dosis kedua 97.306 (6,86 persen) dari total jumlah sasaran yang harus divaksinasi sebanyak 1.417.690.

“Masih sangat jauh, karena capaian vaksinasi kita sekarang baru 15 persen, sedangkan untuk mencapai herd immunity itu 2/3 atau 70 sampai 80 persen komunitas tervaksin baru bisa terbentuk herd immunity, masih jauh,”ungkapnya saat diwawancarai Selasa (10/8/2021) di Ambon.

Apalagi capaian vaksinasi ini ditentukan berdasarkan capaian pada kabupaten/kota se-Maluku.

Dan dari 11 kabupaten/kota, Kota Ambon merupakan daerah yang paling bagus capaian vaksinasinya. Sedangkan capaian paling rendah itu ada di Kabupaten Maluku Tengah.

Kendala sehingga capaian vaksinasi di Maluku secara kumulatif ini masih sangat rendah kata Rerung, sesuai laporan dari kabupaten/kota se-Maluku, rentang kendali wilayah yang berupa kepulauan menjadi salah satu faktor penyebab lambatnya vaksinasi.

“Kalau kita konfirmasi ke kabupaten/kota itu apa masalahnya ya mereka bilang pertama daerah kepulauan sehingga kesulitan, pernyataan lain masyarakat ada ragu-ragu disamping juga ada yang bilang masyarakat antusias (divaksin). Itu jawaban mereka kendalanya”bebernya.

Sehingga yang harus dikejar adalah pelaksanaan vaksinasi di kabupaten/kota.

Data capaian vaksinasi perkabupaten/kota di Maluku yaitu Ambon 119.864 (43,72 persen) dari total sasaran 274.194 tervaksinasi dosis pertama dan dosis kedua 47.795 (17,43 persen).

Maluku Tengah 15.884 (4,78 persen) tervaksinasi dari total sasaran 332.537 orang dan dosis kedua 6.653 (2,00 persen).

Seram Bagian Barat (SBB) dari total 159.884 sasaran, 16.720 (10,46 persen) tervaksiansi dosis pertama dan dosis kedua 8.159 (5,10 persen).

Seram Bagian Timur (SBT) dengan total sasaran 102.559, 6.700 (6,53 persen) tervaksinasi dosis pertama dan dosis kedua 3,663 (3,57 persen.

Buru dengan total sasaran 101.514, tervaksinasi dosis pertama 7.812 (7,70 persen) dan dosis kedua 4.502 (4,43 persen). Buru Selatan 4.978 (9,03 persen) tervaksinasi dosis pertama dan dosis kedua 1.677 (3,04 persen) dari total 55.121 sasaran.

Kemudian Tual dengan total sasaran 68.812, 6.638 (9,65 persen) tervaksinasi dosis pertama dan 2.288 (3,33 persen) dosis kedua. Maluku Tenggara dengan total sasaran 93.569, 13.259 (14.17 persen) tervaksinasi dosis pertama dan dosis kedua 6.983 (7.46 persen).

Kepulauan Tanimbar dengan total sasaran 93.314, 9.199 (9,86 persen) tervaksinasi dosis pertama dan dosis kedua 6.317 (6,77 persen).

Kepulauan Aru dengan total sasaran 75.542, 12,49 persennya atau 9.438 tervaksinasi dosis pertama dan dosis kedua 5.413 atau 7,17 persen.

Dan Maluku Barat Daya (MBD) dengan total sasaran 60.644, 10,03 persennya atau 6.085 tervaksiansi dosis pertama dan dosis kedua 3.856 atau 6,36 persen.

terasmaluku.com


BERITA TERKAIT