Selama PPKM, Tujuh Kapal Perintis di Maluku Tak Beroperasi
TERASMALUKU.COM | 29/07/2021 14:34
Selama PPKM, Tujuh Kapal Perintis di Maluku Tak Beroperasi
Kapal Pelni (pelni.co.id)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Tujuh unit kapal perintis yang jadi alternatif angkutan laut antar pulau di Maluku dihentikan sementara operasinya oleh PT. Pelni Ambon.

Padahal kapal perintis ini menjadi sarana angkutan warga Maluku dari dan ke pulau-pulau 3T yang sulit disinggahi kapal-kapal PT. Pelni Persero yang ukurannya jauh lebih besar. Kapal perintis ini juga menjadi sarana penunjang Program Tol Laut.

Manager Operasional PT. Pelni Ambon, Muhammad Assagaff menjelaskan penghentian sementara operasi tujuh unit kapal perintis ini disebabkan saat ini di Ambon tengah diterapkan PPKM yang akan berlangsung hingga 8 Agustus 2021 mendatang.

“Selama PPKM di Ambon sampai tanggal 8 Agustus, dihentikan, distop semua ada tujuh kapal (perintis). Lima kapal homebase di Ambon, satu di Ternate dan satu di Saumlaki,” ungkapnya menjawab terasmaluku.com Rabu (28/7/2021) via seluler.

Kapal perintis terpaksa diparkir di homebasenya ini kata Assagaff tak lain karena dipengaruhi persoalan persyaratan yang harus dilengkapi calon penumpang selama penerapan PPKM berlangsung di Ambon.

“Justru itu kendalanya mereka belum ada prasaran untuk antigen, vaksin belum, nanti mereka (calon penumpang) masuk ke Ambon atau keluar Ambon terkendala itu makanya kita stopkan dulu. Karena PPKM itu wajibkan vaksin minimal satu kali, sebelum itu kan tidak ada, kalau antigen disana nggak ada kan paling tidak surat keterangan dokter, nah itu kita bisa maklumi lah atau disini kita lakukan antigen tapi kan vaksin nggak, schedulenya (jadwalnya) tidak pasti, tidak tersedia di pelabuhan,” terangnya.

Nantinya kapan pastinya kapal perintis bisa kembali beroperasi lagi kata Assagaff hal itu akan dilihat dari perkembangan PPKM di Ambon pada 8 Agustus mendatang. “Sampai tanggal 8 Agustus, nant kita lihat lagi kalau sampai 8 itu bagaimana kelanjutannya,” tandasnya.

terasmaluku.com


BERITA TERKAIT