8 Fakta Soal 5 Kapal Yacht Australia yang Kehabisan BBM di Perairan Merauke
METROMERAUKE.COM | 04/11/2019 12:41
8 Fakta Soal 5 Kapal Yacht Australia yang Kehabisan BBM di Perairan Merauke
Selama berada di perairan laut Merauke, kapal yacht Australia dan WNA mendapat pengawalan petugas dari instansi terkait | ist

Metro Merauke – 5 kapal jenis yacht dari Australia, masuk perairan Merauke, Papua. Sabtu pagi (2/11) 4 kapal tersebut telah berlabuh di Pelabuhan Yos Sudarso.

Sementara 1 kapal lainnya, dikabarkan juga dalam perjalanan ke Merauke setelah sempat lego jangkar di Selat Mariana Ilwayab akibat cuaca buruk. Sejumlah kapal asing itu membawa 10 penumpang.

BACA: Romanus Mbaraka: Provinsi Papua Selatan Harus Disambut Baik

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Merauke, Murdo Danang Laksono melalui Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Roni menjelaskan, tujuan kapal Yacht masuk ke perairan Merauke untuk berlindung dari cuaca buruk serta akan belanja perbekalan karena kehabisan bahan makan dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Petugas dari instansi terkait, KSOP, Imigrasi dan TNI-Polri bertindak sigap dengan melakukan pemeriksaan dokumen dan surat-surat kapal.

“Sudah dilakukan pemeriksaan bersama dan tidak ditemukan adanya pelanggaran,” katanya.

Sesuai keterangan, lanjut Roni, kapal yacht berlabuh di Pelabuhan Yossudaso kurang lebih selama 2 sampai 3 hari ke depan. Dan selanjutnya akan pulang ke Australia.

BACA: BPJS Kesehatan Cabang Merauke Gencar Sosialisasikan Penyesuaian Iuran

Selama berlabuh, kapal yacht dan WNA selalu dalam pengawasan petugas terkait dibantu tim Palapa 39/Merauke.

Dijelaskannya, 5 kapal asing dimaksud diketahui masuk selat Mariana, Distrik Ilwayab sejak Selasa (29/10). Kapal-kapal tersebut berasal dari Australia dan melakukan perjalanan dengan rute Australia-NTT-Bangka Belitung-Singapura-Kalimantan- Sorong-Maluku-Papua-Wanam-Merauke dan akan kembali ke Australia. (Nuryani)

METROMERAUKE.COM


BERITA TERKAIT