Ingin Gratis Masuk Borobudur, Ini Tiga Kriterianya
KRJOGJA.COM | 11/06/2022 10:59
Ingin Gratis Masuk Borobudur, Ini Tiga Kriterianya
Nadiem Makarim berswafoto dengan gaya lucu saat di depan Candi Borobudur/Instagram

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemerintah, selain akan menaikkan tiket naik ke Candi Borobudur, juga menetapkan kuota pengunjung yang diperbolehkan masuk tidak lebih dari 1.200 orang per hari. Selan itu yang naik candi harus memakai sandal untuk mengurangi kerusakan jalan naik candi.


“Usulan kenaikan tiket naik dan pembatasan pengunjung, lama dibicarakan dua tahun terakhir. Bertujuan konservasi, tiket naik Candi Borobudur menjadi Rp 750 ribu bagi wisatawan lokal, wisatawan mancanegara 100 Dollar dan pelajar Rp 5 ribu,” kata Direktur PT Taman Wisata Candi Borobudur Edy Setijono dalam Seminar Series Kepariwisataan secara daring bertema ‘Membicarakan (lagi) Borobudur antara Konservasi dan Pariwisata’, Jumat (10/06/2022).

Seminar yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM itu menghadirkan narasumber lain yakni Wiwit Kasiyati SS MA (Kepala Balai Konservasi Borobudur), Boby Ardyanto Setya Aji (Ketua Gabungan Industri Pariwisata DIY), Prof Ir T Yoyok Wahyu Subroto MEng PhD IPU (Guru Besar Arsitektur Fakultas Teknik, Tenaga Ahli Puspar UGM), Dr rer nat Wiwit Suryanto SSi MSi (Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, FMIPA UGM).

Edy Setijono menyatakan ada empat kriteria pengunjung yang nantinya diperkenankan naik ke puncak candi terbesar di dunia. Tiga pertama masuk tanpa dipungut biaya.

Pertama tamu kenegaraan, Candi Borobudur masih menjadi kebangaan bangsa dan harus senantiasa diperkenalkan sehingga menjadi salah satu bagian agenda kunjungan kenegaraaan.

Kedua, kegiatan keagamaan diberi ruang dengan tetap mengizinkan atau memberi ruang pemimpin upacara keagamaan untuk naik ke puncak. “Jadi bukan peserta, melainkan pemimpin. Silahkan untuk upacara agama mengajukan perizinan,” tegasnya.

Ketiga semua warga Negara Indonesia yang telah mendapatkan izin dari otoritas yang nanti ditentukan dan sesuai kriteria yang ditetapkan. Para akademisi atau peneliti masih diperkenankan untuk mengakses asalkan dengan persyaratan.

“Ketiga kriteria ini kita terapkan untuk mencegah orang-orang yang tidak relevan dengan pelestarian dan konservasi candi hadir. Yang masuk tiga kategori ini harus di treatment khusus,” lanjutnya.

Kriteria terakhir adalah kelompok masyarakat umum yang harus dikenakan dikenakan tarif, angkanya harus tinggi. Angka yang ditentukan adalah angka keberpihakan pada pelestarian dan kepentingan mendalam pada Candi Borobudur.

Edy juga memastikan, pengunjung masih tetap dibebaskan untuk berkunjung ke taman Candi Borobudur untuk bisa menikmati keajaiban dunia.

Kepala Balai Konservasi Borobudur Wiwit Kasiyati menyebut kehadiran pengunjung selama bertahun-tahun, dan yang pernah mencapai puncaknya hingga 55 ribu orang per hari menyebabkan kerusakan pada lantai.

“Berdasarkan penelitian teman-teman nilai keausan itu kalau totalnya 0,175 centi per tahun. Akumulasi dari 1984 sampai sekarang 3,95 cm atau hampir mencapai mencapai 4 cm,” ucapnya.

 

krjogja.com


BERITA TERKAIT