Pembukaan Kembali Destinasi Wisata Lereng Lawu Diuji Coba
KRJOGJA.COM | 22/08/2021 09:59
Pembukaan Kembali Destinasi Wisata Lereng Lawu Diuji Coba
Sakura yang ditanam di lereng Gunung Lawu mulai berbunga. Tumbuhan dari spesies Prunus carasoides itu berada di Taman Wisata Sakura Lawu (Sakral) yang berada di Cemoro Kandang, Tawangmangu, Karanganyar. Tempo/Ahmad Rafiq

KARANGANYAR, KRjogja.com – Operasional destinasi wisata di lereng Lawu diuji coba. Sebelumnya, tempat usaha tersebut tutup selama sebulan lebih PPKM darurat.

Kepala Disparpora Karanganyar, Titis Sri Jawoto mengatakan pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan ke semua pelaku usaha pariwisata perihal kelonggaran operasional usaha bidang tersebut. Surat tersebut berisi saran ke pelaku usaha agar mengirimkan proposal kegiatan usahanya sesuai ketentuan di masa pandemi. Dalam hal ini, Pemkab menguji coba terlebih dahulu sebelum memberikan izin operasional. Satgas Covid-19 kecamatan dan tim dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) menerjunkan tim untuk menakar pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) semala uji coba operasional destinasi.

“Saya minta pengelola usaha pariwisata membuat laporan atau proposal. Tertuju Disparpora dan camat. Menerangkan bahwa pada tanggal sekian akan melakukan uji coba operasional. Pemberitahuan ini agar dilakukan pemantauan oleh tim,” katanya, Jumat (20/8).

Destinasi tersebut terletak di wilayah Tawangmangu, Karangpandan, Ngargoyoso dan sekitarnya. Selama sebulan lebih berlangsung PPKM darurat, usaha tersebut tutup. Titis meyakini uji coba operasional tempat wisata memberi angin segar bagi pelaku usaha maupun pengunjung. Menurutnya, pembukaan tempat usaha itu dengan prokes ketat memberikan kepastian bagi stakeholder serta mengantisipasi hal-hal tak diinginkan.

“Berdasarkan pantauan pada 14,15 dan 17 Agustus kemarin, pengunjung area wisata kecele. Destinasi masih tutup. Sehingga mereka yang ingin liburan, terkatung-katung. Akhirnya berkerumun di tepi-tepi jalan area wisata. Ini yang justru malah membahayakan,” katanya.

Titis berharap pemilik usaha berkomitmen menyajikan wahana dengan pengelolaan prokes tepat.

Kapolres Karanganyar AKBP Muchammad Syafi Maulla, melalui Kasi Humas Iptu Agung Purwoko menjelaskan, langkah Polres Karanganyar merupakan antisipasi jika terjadi lonjakan pengunjung objek wisata. Mengingat pada tahap uji coba kali ini pengunjung dibatasi hanya 25 persen dari kapasitas.

“Polres akan melakukan pengalihan arus dan penyekatan pada ruas jalan tertentu untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung,” katanya.

Akan sangat sulit ditangani jika pengunjung sudah berada di lokasi wisata. Untuk itu, Polres Karanganyar tiap hari Minggu akan melaksanakan kegiatan penyekatan dan pengalihan arus, khusus arus ke Tawangmangu,” ucap Agung.

“Pemeriksaan akan dilakukan di titik yang akan ditentukan menurut eskalasi di lapangan. Hal tersebut dilakukan secara selektif terhadap wisatawan,” katanya. 

krjogja.com


BERITA TERKAIT