Sebesar 90 Persen Pasien Covid-19 di Bantul Isoman di Rumah
KRJOGJA.COM | 28/07/2021 08:04
Sebesar 90 Persen Pasien Covid-19 di Bantul Isoman di Rumah
Suasana sepi dilokasi isolasi mandiri di lingkungan RT03/RW03 Kelurahan Cilangkap, Cipayung, Jakarta, Selasa 25 Mei 2021. Klaster penyebaran Covid-19 ini terbentuk usai libur Lebaran yang berlangsung pada 13-14 Mei 2021. TEMPO/Subekti.

BANTUL, KRJOGJA.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Basuki Hadimuljono mengunjungi Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) di Kalurahan Sidomulyo Bambanglipuro Bantul, Selasa (27/07/2021). Dalam kunjungan tersebut Basuki menargetkan ada penambahan 30 bed di RSLKC selesai dalam 10 hari.


Sejauh ini Kementerian PUPR sedang menyiapkan rumah sakit darurat Covid-19 di Jawa dan luar Jawa. Pembangunan tersebut menyasar di daerah zona merah.

“Rumah sakit darurat khusus untuk Covid-19 sudah kami siapkan, tidak hanya di Jawa. di Bandung raya khususnya di kabupaten-kabupaten, Semarang raya, Solo raya dan Yogyakarta ini,” ujarnya.

Khusus di Kabupaten Bantul akan ada penambahan bed di beberapa rumah sakit rujukan Covid-19. Tidak hanya itu pihaknya juga mengalihfungsikan gedung milik Kementerian PUPR di Yogyakarta sebagai shelter Covid-19.

Basuki menargetkan penambahan bed di RSLKC secepat mungkin bisa selesai. Menurutnya penambahan bed tersebut tidak akan memakan waktu hingga dua pekan.

Sementara itu Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih mengatakan penambahan bed di RSLKC juga akan dibarengi pembangunan ruang HCU. Hal tersebut bakal memudahkan penanganan pasien Covid-19 bergejala sedang.

“Tambahan 30 diantaranya ada HCU, itu (HCU) dibawah ICU dan sangat membantu karena kalau gejala sedang dan berat tidak perlu dirujuk ke rumah sakit Panembahan Senopati karena bisa diatasi disini,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja mengatakan, berdasar data angka kasus aktif Covid-19 di Bantul hingga hari ini menyentuh 12.522 kasus. Dari jumlah tersebut, 90 persen pasien harus menjalani isolasi mandiri di rumah karena keterbatasan tempat tidur di rumah sakit, rujukan hingga selter kabupaten serta kalurahan.

Dijelaskan tempat tidur kritikal di Bantul hanya 39, tempat tidur non kritikal sebanyak 325 dan ditambah dengan tempat tidur di shelter milik kabupaten dan kalurahan tidak sampai 1.000 tempat tidur sehingga tidak bisa menampung kasus aktif Covid-19. Dari jumlah yang ada itu hanya bisa menampung sekitar 10 persen dari kasus aktif yang ada.

Terkait banyaknya pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah, seluruh data pasien sudah ada di Puskesmas sehingga akan memantau perkembangan kesehatan pasien melalui daring dan memberikan obat sesuai dengan gejala yang dilaporkan pasien kepada petugas puskesmas.

krjogja.com


BERITA TERKAIT