Yogyakarta Siapkan 59 Shelter Gratis Isoman untuk Warga Positif Covid
KRJOGJA.COM | 06/07/2021 17:02
Yogyakarta Siapkan 59 Shelter Gratis Isoman untuk Warga Positif Covid
Petugas Gugus Covid-19 merapikan tempat tidur untuk isolasi mandiri di Gedung Sasana Krida Karang Taruna RW 03, Kelurahan Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin, 18 Januari 2021. Gedung isolasi mandiri ini diperuntukan bagi pasien Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG). TEMPO/M Taufan Rengganis

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalokasikan anggaran untuk mengaktifkan 59 shelter isolasi mandiri penyintas Covid-19 dengan gejala ringan. Shelter-shelter yang berkapasitas antara 10 hingga 72 kamar tersebut diberikan dana pengelolaan Rp 92 juta untuk periode dua minggu isolasi guna mencukupi kebutuhan penyintas.

Endang Patmintarsih, Kepala Dinas Sosial DIY, mengatakan pihaknya mengaktifkan 59 shelter sejak 1 Juli kemarin sebagai upaya antisipasi lonjakan pasien positif yang terjadi sejak pertengahan Juni lalu. Endang menyebut saat ini dari 59 shelter baru 14 yang terisi oleh 211 penyintas.

“Data sampai semalam pukul 21.00 WIB ada 14 dari 59 yang sudah terisi, totalnya 211 penyintas. Namun tentu data terus bergerak hingga pagi ini,” ungkapnya pada wartawan dalam temu pers virtual, Selasa (6/7/2021).

Shelter-shelter tersebut memanfaatkan berbagai bangunan baik milik pemda, sekolah maupun gedung milik kalurahan dan kapanewon di DIY termasuk Balai Diklat Kemensos di Jalan Veteran Yogyakarta. Para penyintas sendiri bisa mengakses secara gratis 59 shelter dengan fasilitas yang disiapkan.

“Syaratnya adalah warga tersebut sudah dinyatakan positif swab antigen atau PCR, membawa fotokopi KTP dan hasil swabnya. Di shelter, mereka mendapat vitamin, permakanan tiga kali sehari dan alat mandi juga. Penyintas masuk membawa baju dan mungkin obat yang biasa mereka minum saja,” sambungnya.

Anggaran Rp 92 juta sendiri dipersiapkan untuk setiap shelter dengan hitungan menangani 50 penyintas selama waktu dua minggu. Untuk mengaktifkan 59 shelter sendiri berarti Pemda DIY mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 5,4 miliar untuk periode 2 minggu sesuai hitungan lama isoman penyintas Covid-19.

Sementara terkait persoalan yang menjadi isu di masyarakat tentabg fasilitas untuk warga yang melakukan isoman di rumah, Dinsos DIY menyerahkan pada pemerintah kabupaten/kota dan desa yang disebut sudah mengalokasikan anggaran. “Kita gerak bersama, karena kabupaten/kota sudah alokasikan anggaran termasuk satgas desa,” tandasnya.

krjogja.com


BERITA TERKAIT