Soal Kekurangan Oksigen, Pemkab Bantul Segera Memproduksi Sendiri
KRJOGJA.COM | 27/06/2021 18:45
Soal Kekurangan Oksigen, Pemkab Bantul Segera Memproduksi Sendiri
Pandu Riono Minta Jokowi Tinggalkan Konsep Gas dan Rem Tangani Pandemi Covid-19

BANTUL, KRJOGJA.com – Guna mengatasi dan antisipasi kekurangan pasokan oksigen untuk kebutuhan rumah sakit yang akhir-akhir ini sering kekurangan, karena dampak peningkatan pasien Covid-19, Pemkab Bantul segera membangun instalasi produk oksigen sendiri.

Menurut Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih saat mengunjungi RSUD Panembahan Senopati Bantul, bersama Dandim 0729 Bantul, Letkol Inf Agus Indra Gunawan, Kapolres Bantul AKBP Ihsan SIK dengan Tim Gugus Pengendali Covid-19, Sabtu (26/6/2021), lokasi pembuatan oksigen ada di Komplek RSUD Panembahan Senopati Bantul dimulai bulan depan.

Dikatakan, kebutuhan oksigen di rumah sakit di Bantul semakin hari semakin banyak, walaupun pihak ke tiga tetap komitmen akan menyuplai oksigen ke Bantul.Tetapi kebutuhan oksigen juga cukup besar untuk seluruh kabupaten / kota di Indonesia yang semuanya juga membutuhkan oksigen. Maka langkah inisiatif Pemkab Bantul membuat instalasi pengolahan oksigen ini sangat perlu, sehingga tidak tergantung dengan pihak ke tiga.

Lebih lanjut dikemukakan, peningkatan paparan Covid-19 di Bantul yang siknifikan kini penambahan angkanya sudah bukan deret hitung lagi. “Tetapi sudah mengalami perkalian angka dari 20, 40, 80 …100,200,400 dan sekarang sudah lebih dari 3.000 orang,” paparnya.

Dengan penambahan pasien yang cukup banyak tersebut menjadikan kondisi yang mengkhawatirkan, diantaranya yang merisaukan adalah cadangan oksigen di rumah sakit semakin menipis, padahal kebutuhan setiap harinya begitu besar. Maka untuk jangka menengah dan jangka panjang Bantul tidak ingin pengadaan oksigen untuk rumah sakit menjadi ketergantungan dari pihak ke tiga.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo MKes menambahkan, kebutuhan oksigen untuk RSUD Panembahan Senopati dalam kondisi wajar, rata-rata 500 hingga 600 liter per hari. Tetapi dengan meningkatnya jumlah pasien Covid-19 kini menjadi rata-rata 850 hingga 1.000 liter perhari. Sedangkan pasokan atau droping dari pihak ke tiga hanya 1.000 liter tidak tentu setiap hari. Maka bisa terjadi kelangkaan oksigen.

Sementara jumlah pasien paparan Covid-19 Bantul kini mencapai 3.000 lebih. Kapasitas untuk isolasi di rumah sakit dan shalter Kabupaten Bantul baru ada untuk sekitar 600 orang.

Maka Pemkab Bantul segera mengupayakan penambahan, shalter, bed, SDM dan mengoptimalkan Shalter Desa untuk penanganan lonjakan pasien paparan Covid-19. “Seperti Senin (28/6) ada 100 penambahan bed, untuk shalter RS Padmasuri 40 bed dan shalter SKB Sewon 60 bed. Juga penambahan sarana, prasarana serta SDM di RSU D Panembahan Senopati,” pungkas Agus.

 

krjogja.com


BERITA TERKAIT