Klaster Instansi di Wonogiri, Tiga Kantor Ditutup Sementara
KRJOGJA.COM | 12/06/2021 10:52
Klaster Instansi di Wonogiri, Tiga Kantor Ditutup Sementara
Seorang wanita mengikuti proses vaksinasi COVID-19 di Gor Pangadegan, Jakarta, Kamis, 10 Juni 2021. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membuka penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum usia 18 tahun ke atas. Vaksinasi tersebut diberikan untuk masyarakat yang berdomisili maupun warga asli DKI Jakarta. TEMPO/Muhammad Hidayat

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Kasus positif Corona di Wonogiri kian bikin was-was. Setelah ada satu dusun yang lockdown, kini ditemukan ada klaster perkantoran. Kantor Bappeda dan Litbang serta Kantor Inspektorat Wonogiri terpaksa melakukan WFH ekstra ketat lantaran sejumlah pegawainya positif Covid.


“Hari ini memang ada penambahan 87 kasus baru korona di daerah kita (Wonogiri),” ungkap Bupati Wonogiri Joko Sutopo di pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (11/06/2021).

Meskipun terjadi penambahan kasus yang cukup banyak, bupati menuturkan penanganan Covid-19 di Wonogiri masih terkendali. Sebab tinggal 5 sampel swab yang belum keluar hasilnya.

“Saya sudah minta Pak Sekda untuk mengambil kebijakan WFH (work from home) di kantor Bappeda dan Litbang serta Kantor Inspektorat itu yang ditemukan pegawainya terkonfirmasi positif,” kata Jekek, sapaan akrab Bupati Wonogiri.

Langkah itu diambil demi meminimalkan aktivitas di kantor tersebut. Dengan begitu, upaya pemutusan mata rantai penyebaran korona bisa dilakukan dengan maksimal.

Menurut Jekek, di Inspektorat ada tiga pegawai yang terpapar korona, sementara di Bappeda & Litbang ada dua pegawai. “Tapi lebih jelasnya kami masih menunggu hasil laporan dinas terkait,” imbuhnya.

krjogja.com


BERITA TERKAIT