Para Pedagang di Jogja Diwanti-wanti Jangan Nuthuk Wisatawan
KRJOGJA.COM | 23/12/2019 08:20
Para Pedagang di Jogja Diwanti-wanti Jangan Nuthuk Wisatawan
Wisatawan masih memadati kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta di hari terakhir libur cuti bersama Lebaran pada Minggu, 9 Juni 2019. TEMPO | Pribadi Wicaksono

YOGYA, KRJOGJA.com - Diperkirakan 1,2 juta hingga 2 juta orang akan datang ke Yogya selama liburan natal dan tahun baru (nataru). Diharapkan para pelaku usaha dan parkir jangan menggunakan 'aji mumpung' kepada wisatawan yang berkunjung ke Yogya.  

Wali Kota Yogya Haryadi Suyuti mengatakan, Yogya ini merupakan tempat tujuan wisatawan maupun tempat melintas para wisatawan. Diperkirakan ada sekitar 1,2 juta hingga 2 juta orang datang ke Yogya. 

BACA:  Libur Nataru di Yogya, Parkir Alternatif Diperbanyak

"Jumlah itu ada yang memang sengaja datang dan sekadar melintas Yogya. Soalnya Yogya ini merupakan daerah lintas," kata Haryadi, beberapa waktu lalu.  

Wakikota mengingatkan kepada pelaku usaha kuliner dan oleh-oleh jangan 'aji mumpung' dengan menaikkan harga yang tidak wajar. Termasuk para juru parkir meminta tidak menarik retribusi  melebihi tarif yang telah ditentukan. 

"Jangan 'nuthuk' kepada wisatawan yang datang Yogya. Itu hanya akan merusak citra Yogya sebagai kota wisata dan budaya," tegasnya. 

Sedangkan Kapolresta Yogya Kombes Pol Armaini mengatakan, dalam liburan nataru ini, pihaknya menerjunkan sekitar 800 personel dan dibantu anggota TNI. Pihaknya akan mendirikan 17 pos pengamanan selama Operasi Lilin Progo 2019.

"Untuk pos pengamanan itu terdiri 4 pos pengamanan besar dan 13 pos pengamanan kecil. Hal itu untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berwisata di Yogya," kata Kapolresta Yogya. 

BACA: Akhir Tahun, 15.000 Orang Bakal Padati Terminal Giwangan

Mengenai liburan nataru, nantinya akan berdampak pada kepadatan arus lalu lintas. Diantaranya arus lalu lintas di Malioboro akan padat sehingga nanti akan ada rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan. 

"Malioboro tetap menjadi magnet bagi wisatawan. Jadi nanti akan ada kepadatan arus lalu lintas sehingga nanti dilakukan rekayasa lalu lintas," terangnya. (Sni) 

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT