Siapa yang Tahu, Lompong Punya Khasiat Menurunkan Tekanan Darah
KRJOGJA.COM | 07/10/2019 20:37
Siapa yang Tahu, Lompong Punya Khasiat Menurunkan Tekanan Darah

KRJOGJA.COM - Bahan alami telah diolah menjadi minuman maupun suatu masakan layak untuk rutin dikonsumsi. Apalagi sebagian bahan tersebut mempunyai nilai gizi, bahkan bisa membantu menghindarkan maupun melawan gangguan kesehatan.

Seperti dikutip dari Harianmerapi.com, Nurselo asal Sidokarto Sleman mengungkapkan, jenis masakan tradisional antara lain berbahan lompong (batang talas), kluwih, bunga pisang dan nangka muda. Adapun manfaat lompong, baik disayur atau dibuat wujud seperti cerimping, antara lain, membantu menormalkan atau menstabilkan tekanan darah, sehingga bisa ikut mencegah tekanan darah tinggi maupun darah rendah.

BACA: Minuman Cokelat Kurangi Resiko Kanker Usus

“Kandungan seratnya bagus juga untuk kesehatan sistim pencernaan, sehingga ikut mendukung kesehatan secara umum termasuk ketika rutin diberikan pada satwa beberapa jenis ikan air tawar,” katanya.

Sayur alami seperti ini diyakini juga memiliki kandungan antioksidan, sehingga bisa ikut mendukung imunitas atau kekebalan tubuh dari beberapa keluhan kesehatan. Artinya juga memiliki kemampuan menangkal radikal bebas di tubuh, sebab radikal bebas maupun toksin bisa memicu datangnya gangguan kesehatan.

Selain bagian batang talas atau lompong, beberapa varietas talas, bagian daunnya juga cocok dibuat makanan tradisional biasa disebut buntil. Dengan dipadu beberapa bahan alami lain, buntil daun talas antara lain bisa bermanfaat membantu menghindarkan maupun melawan kolesterol jahat di tubuh. Tak ketinggalan, bisa berperan sebagai antiseptik alami serta penangkal radikal bebas di tubuh. Bahkan karena bersifat alami, masakan berbahan batang maupun daun talas (lompong) dapat dikonsumsi rutin. Sebagian lokasi kuliner pun menyediakan masakan tradisional yang menyehatkan seperti ini.

“Cara memperbanyak tanaman lompong ini juga mudah, misalnya dengan memisahkan bagian anakan atau tunas dari rumpun tanaman. Bisa juga menggunakan bagian umbi yang sudah tua, syukur sudah ada calon tunas dalam umbi tersebut,” ujarnya. (Yan)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT