Minum Cokelat Rutin Bisa Lindungi dari Kanker Usus dan Risiko Pembekuan Darah
KRJOGJA.COM | 07/10/2019 19:07
Minum Cokelat Rutin Bisa Lindungi dari Kanker Usus dan Risiko Pembekuan Darah

KRJOGJA.COM - Minuman menggunakan bahan-bahan alami diyakini dapat membantu menghindarkan maupun melawan gangguan kesehatan. Jenis bahan alami untuk minuman, misalnya dari sebagian rimpang empon-empon, kakao atau cokelat, kopi, teh, jus sayur dan buah.

Seperti dikutip dari Harianmerapi.com, menurut pemilik kuliner Dapur Ummi di kawasan Jalan Kabupaten Sleman, Dedi Herdi, minuman berbahan bubuk cokelat (kakao) diyakini mempunyai khasiat kesehatan. Tak ketinggalan aneka jenis jus buah serta minuman perpaduan teh dan perasan jeruk lemon. Khususnya yang berbahan cokelat antara lain dapat membantu menurunkan risiko pembekuan darah, ditakuti serangan kanker usus serta membantu mencegah proses persalinan prematur.

BACA: Lompong Bikin Normal Tekanan Darah

Suatu penelitian sebelumnya juga menyebutkan cokelat tua yang kaya dengan flavonoid, mampu menurunkan risiko pembekuan darah, melindungi terhadap kanker usus serta membantu mencegah proses persalinan prematur.

“Minuman berbahan cokelat banyak juga kandungan anti oksidannya, sehingga ikut membantu melawan radikal bebas di tubuh sampai mendukung imunitas atau kekebalan tubuh,” ungkapnya.

Sedangkan untuk melihat kadar anti oksidan dalam cokelat dapat dilihat pada warna cokelat. Semakin gelap suatu cokelat, maka semakin besar kadar kakao yang terkandung di dalamnya.Tak kalah penting, cokelat yang diolah dari biji kakao diyakini juga bisa membantu mengatasi sulit tidur atau insomnia. Khasiat ini terkandung dalam protein dalam biji kakao, sebab protein pada kakao mengandung asam amino triptofan, fenilalanin dan tyrosin.

“Berbagai sumber telah mengupas juga manfaat kesehatan dari cokelat termasuk ketika dikombinasikan dengan bahan lain dan menjadi minuman sehari-hari,” katanya.

Bahkan, suatu sumber menyebutkan, penyuka cokelat peluang terkena risiko kematian lebih sedikit akibat masalah jantung dibanding mereka yang hanya sesekali mengkonsumsinya. Cokelat yang dimaksud tersebut bukanlah cokelat dengan kadar susu tinggi, namun cokelat tua. (Yan)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT