Lagi Tren di Pati, Pria Berikan Mobil Baru Sebagai Mahar Pernikahan
KRJOGJA.COM | 30/08/2019 15:28
Lagi Tren di Pati, Pria Berikan Mobil Baru Sebagai Mahar Pernikahan

PATI, KRJOGJA.com - Jenis barang untuk lamaran pengantin (mahar) di wilayah Pati mulai bergeser. Dari semula perabot isi kamar, seperti ranjang, almari dan perhiasan, sekarang berganti menjadi kendaraan. Bisa roda dua, dan bahkan roda empat. Dan kejadian tersebut, sekarang ini menjadi pemandangan umum (trend) setiap ada pesta pernikahan. 

BACA: Mahar Nikah Jangan Gunakan Rupiah Asli, Bisa Didenda Lho..

Fenomena mahar pengantin berupa mobil di Pati, diawali seorang penjual bakso asal Winong. Dia mengirim sebuah mobil Fortuner untuk calon istrinya. Disusul kemudian juragan beras asal Batangan yang melamar dokter. Dan kejadian lamaran berupa mobil tersebut, hampir terjadi di setiap pekan.  

Pesta nikah dengan mahar sepeda motor dan sebuah mobil, terjadi lagi di Desa Sambirejo Kecamatan Tlogowungu, Kamis (22/8/2019). Pengantin pria, Heindy asal Desa Angkatan Lor Kecamatan Tambakromo memberikan lamaran ke gadis pujaanya, Meyfa, sebuah sepeda motor Honda seri baru, dan sebuah mobil terbaru Honda BRV. 

Seorang bagian promosi pemasaran mobil di sebuah dealer di Pati, Tyar SE mengungkapkan telah menjual 10 mobil baru. "Ada yang pesan Fortuner, Calya, Yaris, dan Agya," ujarnya. 

Hal yang sama juga diungkapkan tokoh pemuda Ngablak, Dapil Heru SH. "Dalam sepekan ini saja, ada 4 pengantin yang lamarannya atau maharnya  berupa mobil. Tapi lamaran mobil yang paling mahal terjadi di Tlogowungu. Karena berupa sedan sport yang harganya diatas Rp 500 juta," tuturnya. 

Sedang tokoh pemuda Jakenan, Agus Supriyanto SE menjelaskan, pesta pernikahan temannya di Desa Sarimulya Kecamatan Winong, juga memakai lamaran mobil HRV seri terbaru. "Itu harganya, sekitar Rp 350 juta," ucapnya. 

BACA: Keren.. Penjual Bakso Beri Mahar Pengantin Wanita Motor dan Mobil

Wakil Bupati Pati, Saiful Arifin ketika ditanya mengenai fenomena lamaran pengantin berupa kendaraan, hanya menjawab jika masalah tersebut adalah hak pribadi pengantin. "Itu masalah pribadi seseorang dan tidak ada kaitannya dengan masyarakat," ujarnya singkat. 

Pengamat sosial, Drs H Pramudya Budi L berharap jika fenomena lamaran berupa kendaraan, bukan sebagai ajang pamer. Namun merupakan tanda kesiapan ekonomi calon pengantin pria, dan bagian dari mahar. Karena, jika bagian mahar maka penggunaan kendaraan, sepenuhnya ada ditangan pengantin putri.  

"Jangan sampai terjadi, semula dari lamaran, namun ujung-ujungnya mengangsur kredit kendaraan secara bersama," kata Pramudya Budi L. (Cuk)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT