7 RS Rujukan Covid-19 Penuh, Pemkab Sukabumi Siapkan Rumah Sakit Lapangan
SUKABUMIUPDATE.COM | 24/06/2021 07:05
7 RS Rujukan Covid-19 Penuh, Pemkab Sukabumi Siapkan Rumah Sakit Lapangan
Ilustrasi. Selain PPKM skala mikro hingga ke tingkat rukun tetangga RT, Pemkab Sukabumi saat ini tengah menyiapkan opsi rumah sakit lapangan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi ruang isolasi di 7 rumah sakit rujukan penuh.

SUKABUMIUPDATE.com - Pemkab mengumumkan peta resiko penyebaran covid-19 Kabupaten Sukabumi Jawa Barat kini bergeser ke zona orange (sedang), sebelumnya kuning (rendah). Lonjakan jumlah warga yang terkonfirmasi positif dan kematian pasien covid-19 terus terjadi, bahkan 7 RS atau rumah sakit rujukan di Kabupaten Sukabumi saat ini nyaris penuh, sehingga opsi rumah sakit lapangan disiapkan.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid usai rapat koordinasi dengan seluruh jajaran termasuk DPRD di Kantor Dinas Sosial, Rabu (23/6/2021). Harun menegaskan lonjakan ini menjadi rambu peringatan untuk warga agar patuh dan disiplin protokol kesehatan, baik masker, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas serta interaksi.

Selanjutnya, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan dr Rika Mutiara Sukanda menambahkan dampaknya terjadi peningkatan kebutuhan tempat tidur ruang isolasi di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19. Hingga saat ini sudah sampai lebih dari 90 persen ruang isolasi di sejumlah rumah sakit rujukan dipenuhi pasien terkonfirmasi positif Covid 19.

Kabupaten Sukabumi memiliki 7 rumah sakit rujukan Covid-19, yaitu RSUD Sekarwangi, RSUD Palabuhanratu, RSUD Jampang Kulon, dan empat rumah sakit swasta; RS Betha Medika, RS GMC, RS Kartika Cibadak dan RS Hermina Sukaraja. 

Baca Juga : Kabupaten Sukabumi Hari Ini: 20 Pasien Sembuh 2 Meninggal, Positif Corona Tambah 33

"Jadi ketersedian ruang isolasi di 7 rumah sakit rujukan itu hampir penuh," paparnya. 

Selain PPKM skala mikro hingga ke tingkat rukun tetangga RT, Pemkab Sukabumi saat ini tengah menyiapkan opsi rumah sakit lapangan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi ruang isolasi di 7 rumah sakit rujukan penuh. 

"Sementara GOR atau asrama haji yang ada di Kabupaten Sukabumi memungkinkan untuk rumah sakit lapangan serta fasilitas isolasi pasien terkonfirmasi positif covid-19, yang butuh penanganan medis. Masih dikaji kesiapan dua fasilitas tersebut," tandasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara mengatakan rapat koordinasi ini membahas penyebaran covid-19 di Kabupaten Sukabumi yang sudah dalam titik memprIhatinkan. "Rapat ini mendadak melihat situasi terkini. Perlu kerja bersama, koordinasi," ujarnya kepada awak media.

DPRD mendorong kesiapan pemerintah daerah dengan kondisi penyebaran covid-19 terkini, termasuk anggaran yang terkena refocusing.  "Jadi kita ingin  tahu bagaimana persiapan pemerintah daerah dan juga kesiapan rumah sakit - rumah sakit. Anggaran refocusing akan diarahkan kemana, karena tahun 2021 ini juga ada refocusing dan sampai sejauh mana?" ungkapnya. 

Yudha melihat tersebut pihak di Kabupaten Sukabumi masih memiliki semangat tinggi untuk membantu masyarakat melalui masa kritis ini, termasuk di Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi. 

"Jadi ini perlu pemikiran secara cepat untuk bisa menahan semua ini. Termasuk melakukan PPKM ketat khususnya mikro" pungkas Yudha.


BERITA TERKAIT