Benarkah Virus Corona Lebih Berbahaya Menyebar di Ruangan Ber-AC?
SUKABUMIUPDATE.COM | 16/04/2020 13:01
Benarkah Virus Corona Lebih Berbahaya Menyebar di Ruangan Ber-AC?

SUKABUMIUPDATE.com - Benarkah ruangan berpendingin atau AC lebih berbahaya dalam penyebaran virus corona? Para ilmuwan menemukan fakta baru terkait penyebaran virus corona atau COVID-19. Melansir dari tempo.co, dikatakan bahwa pendingin udara menjadi salah satu media penyebaran virus yang menyerang saluran pernapasan ini.

Fakta ini dikemukakan melalui studi yang diterbitkan di situs web Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan disetujui oleh Komite Etika Pusat Pengendalian Penyakit Guangzhou. Para ilmuwan meneliti 10 orang dari tiga keluarga yang makan di sebuah restoran pada saat yang sama di Guangzhou, Cina.

Oleh karena itu, studi yang dilakukan para ahli di Cina menyatakan bahwa virus corona yang menginfeksi 10 orang itu bermula saat makan di restoran tanpa jendela dan sirkulasi udara mayoritas menggunakan AC. Dari 83 pelanggan pada hari itu, 73 orang lainnya diidentifikasi sebagai orang dalam pengawasan dan dikarantina selama 14 hari.

Diprediksi tetesan bersin dan batuk dari orang yang terinfeksi bertahan di ruangan ber-AC itu dalam beberapa waktu dan merambat ke meja terdekat. Para peneliti menyimpulkan bahwa transmisi tetesan didorong oleh ventilasi ber-AC dan faktor kunci untuk infeksi adalah arah aliran udara.

"Jarak antara pasien terinfeksi dan orang-orang di meja lain semuanya kurang dari satu meter. Namun, aliran udara yang kuat dari AC bisa merambatkan tetesan dari meja ke meja," tulis laporan dalam studi itu.

Selain itu, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association itu menemukan jejak virus corona di saluran udara rumah sakit.

"Tetesan kecil yang sarat virus dapat dipindahkan oleh aliran udara dan disimpan pada peralatan seperti ventilasi," tulis laporan tersebut.

Sumber : tempo.co


BERITA TERKAIT