Chikungunya Landa Masyarakat Boyolali, Penderita Alami Nyeri Sendi
JOGLOSEMARNEWS.COM | 26/05/2021 15:36
Chikungunya Landa Masyarakat  Boyolali, Penderita Alami Nyeri Sendi
ilustrasi nyamuk Aedes Aegypti (pixabay.com)

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengah pandemi Covid-19 yang belum mereda, warga Boyolali diminta mewaspadai penyakit chikungunya.

Bahkan, sejumlah warga dikabarkan sudah terkena penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut.

“Ini antara lain terjadi di tiga kecamatan dalam beberapa pekan terakhir ini,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina.

Diungkapkan, pihaknya mendapatkan laporan adanya kasus demam yang disertai dengan nyeri-nyeri sendi dan juga ada kelemahan untuk berjalan.

Setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi kasus yang ada di daerah itu ternyata adalah chikungunya.

“Total kasus ada 37 kasus yang teridentifikasi sebagai chikungunya,” ujarnya, Selasa (25/5/2031).

Penyakit chikungunya juga dialami belasan warga di Dukuh Turus RT 7 dan RT 6, RW 9, Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo. Di dua RT ini terdapat 14 kasus. Kemudian di Kelurahan Pulisen, Kecamatan Boyolali Kota teridentifikasi 7 kasus.

“Dibandingkan tahun lalu, tahun lalu kita data untuk chikungunya itu hampir tidak ada. Jadi ini peningkatannya termasuk kasus baru,” papar dia.

Para pasien chikungunya tersebut, rata-rata menjalani rawat jalan. Pasalnya, keluhan mereka nyeri sendi yang mengganggu saja. Namun tidak sampai mengganggu kondisi fisiknya, dan tidak membutuhkan perawatan khusus.

“Kebetulan chikungunya ini bukan penyakit yang berbahaya, dan tidak menimbulkan dampak kematian, jadi cukup dilakukan upaya-upaya suportif, istirahat sambil dilakukan pemantauan saja,” katanya.

Pihaknya menyatakan sudah menindaklanjuti dengan melaksanakan pendataan pada kasus yang dicurigai termasuk kelompok chikungunya. Selain itu juga melakukan fogging agar tidak terjadi penularan ke lapisan masyarakat yang lebih luas.

Masyarakat juga dihimbau agar tetap waspada terhadap penyakit-penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.

Saat ini sudah mendekati akhir musim penghujan dan mendekati musim kemarau, sehingga tempat perindukan nyamuk harus dibersihkan.

“Juga dilakukan program 3 M, khusus untuk pencegahan perkembanganbiakan nyamuk baik antisipasi DBD maupun nyamuk chikungunya.”

joglosemarnews.com


BERITA TERKAIT