Menyeberangi Waduk Gajah Mungkur Wonogiri via Baturetno-Eromoko, Bisa Bawa Motor
JOGLOSEMARNEWS.COM | 17/05/2021 11:03
Menyeberangi Waduk Gajah Mungkur Wonogiri via Baturetno-Eromoko, Bisa Bawa Motor
Waduk Gajah Mungkur menyimpan potensi perikanan keramba dan pariwisata. Foto: Nurdiyanto Khoirurrohman

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Mau menyeberangi Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri dengan naik motor? Bisa, pakai saja jasa perahu penyeberangan melalui Kecamatan Baturetno menuju Kecamatan Eromoko atau sebaliknya.

Cukup naikkan motor di atas perahu, lantas kita duduk di bangku yang disediakan. Selanjutnya tinggal menunggu perahu bergerak mengantar ke tujuan.

Tidak memakan waktu lama, hanya sekitar 15 menit perjalanan air. Sangat menghemat waktu jika dibandingkan memutar melalui Kecamatan Pracimantoro atau bahkan Kecamatan Wonogiri.

Perahu motor tempel penyeberangan tersebut hanya melayani rute Baturetno-Eromoko. Saat ini baru ada satu perahu yang melayani penyeberangan. Jadi berangkat dari dermaga Desa Glesungrejo Kecamatan Baturetno, ketika armada penuh segera menyeberang ke dermaga di Eromoko.

Selanjutnya menunggu penumpang lagi di Eromoko untuk diantarkan ke Baturetno. Demikian seterusnya. Tarif hanya Rp10.000 untuk penumpang beserta motornya.

Sambil menanti perahu sampai ke tujuan, penumpang disuguhi panorama menawan perairan WGM sisi selatan yang tenang. Kawanan bangau putih berseliweran di atas gundukan kecil tumbuhan air. Sesekali melintas perahu nelayan dengan ukuran lebih kecil menyebabkan gelombang di permukaan air.

Protokol kesehatan juga diterapkan saat menaiki perahu. Ada hand sanitizer dan pengaturan jarak penumpang. Juga dilengkapi pelampung dalam jumlah banyak di sisi perahu.

Pengemudi perahu penyeberangan, Wardoyo mengungkapkan setiap hari melayani penumpang trayek Baturetno-Eromoko dan sebaliknya. Dalam sehari bisa sampai 8-9 penyeberangan.

“Kalau ramai bisa 8-9 penyeberangan,” ujar warga Desa Glesungrejo Kecamatan Baturetno itu, Senin (17/5/2021).

Untuk diketahui, perahu dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Glesungrejo beroperasi ketika permukaan WGM meninggi. Ketika WGM mengering, perahu praktis tidak beroperasi, jalur Baturetno-Eromoko selanjutnya bisa ditempuh lewat darat.

Perahu sempat berhenti beroperasi selama dua tahun 2017-2018 lalu karena rusak dan pendangkalan waduk. Saat awal pandemi perahu juga sempat tidak beroperasi.

joglosemarnews.com


BERITA TERKAIT