Mendadak Kondang, Warung Soto Seger Hanya Rp 3.000 Per Mangkok, Warungnya Bak Pasar Malam!
JOGLOSEMARNEWS.COM | 07/10/2019 09:30
Mendadak Kondang, Warung Soto Seger Hanya Rp 3.000 Per Mangkok, Warungnya Bak Pasar Malam!

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Masih ingatkah dengan mie ayam Rp 2.000 di Gondang, Sragen yang sempat menghebohkan jagat maya beberapa waktu lalu. Ternyata tak hanya mie ayam, ada kuliner lezat lainnya yang ternyata juga jadi idola warga.

Kuliner itu adalah Soto Seger Bu Retno. Sepintas warung soto Bu Retno di Dukuh Gondang Tani RT 25, Gondang, Sragen itu tak ada yang berbeda dari warung soto pada umumnya.

BACA: Ini Daftar 3 Warga Gondang Sragen Yang Paling Diburu Polisi Saat Ini. Warga Sebut Satu Oknum Masih Berkeliaran Nyumbang Lagu di Hajatan 

Namun jangan salah, ternyata warung soto yang dikelola Sri Retno Kusri Wardani (42) warga Dukuh Gondang Tani RT 25, Gondang itu menyimpan segudang keistimewaan yang membuatnya menjadi klangenan di mata pecinta kuliner di Sragen.

Tak heran, pengunjung warung berkonsep klasik itu pun tak pernah sepi. Bahkan hampir tiap malam, pengunjung warung di tepi jalan raya Gondang Kalanh itu membeludak mirip pasar malam.

Ya, Soto Seger Bu Retno memiliki keistimewaan dari banyak hal. Pertama, harga porsinya yang sangat merakyat yakni hanya Rp 3.000 semangkok. Dengan harga ekonomis, soto ini jadi klangenan warga dari berbagai kalangan ekonomi.

Kedua, kelezatan resep soto daging sapi di situ rupanya menjadi daya tarik bagi pengunjung. Bumbu khusus dengan rempah jahe menjadi penambah citarasa soto Bu Retno sehingga terasa berbeda dari soto pada umumnya.

Bahkan, hampir sebagian besar pengunjung menghabiskan minimal dua mangkok di sekali santap. “Kadang ada yang habis 3 mangkok juga,” ujar Retno, ditemui di warungnya, Sabtu 5 Oktober 2019 malam.

Retno menuturkan usaha soto segernya mulai dirintis tahun 2017 lalu. Berawal ketika ia harus pulang kampung untuk merawat orangtuanya yang sudah tua.

Sebelumnya ia merantau di Jakarta selama hampir 16 tahun sejak tahun 2000 sebagai buruh pabrik. Sebelum kemudian, ia harus pulang tahun 2016 karena diminta menunggu orangtuanya.

“Nah sambil nunggu orangtua, kami lalu coba-coba jualan soto. Awalnya biasa saja. Kadang juga nggak habis. Lalu setelah jalan ini diperbaiki dan ramai, akhirnya soto saya ikut ramai,” ujar Retno.

Ia mengisahkan sotonya mulai ramai ketika setahun berjalan. Sebelumnya saat jalan rusak dan belum diperbaiki, banyak warga yang berlalu ketika melintasi depan warungnya. Namun setelah jalan bagus sejak setahun lalu, perlahan warung sotonya mulai dikenal dan kini jadi terkenal.

“Dulu mungkin orang banyak yang nggak tahu. Karena jalan rusak jadi enggak begitu melihat. Reaksi mereka banyak yang kaget setelah tahu. Kok ada ya soto enak di sini. Padahal sebenarnya kita udah lama buka,” terang Retno.

BACA: Oknum PNS Sragen Pelaku Intimidasi Agar Nyoblos PDIP di Pemilu 2019 Dijerat Pasal Pidana Umum. Kapolres: Ancamannya Hukumannya di Bawah 5 Tahun!  

Ia menguraikan warung sotonya memang berbeda dari warung pada umumnya. Karena warungnya baru buka mulai pukul 16.00 WIB hingga malam. Warungnya biasanya ditutup setelah porsi nasi yang dimasak sudah habis.

“Kadang sampai jam 21.00 WIB, tapi kadang jam 20.00 WIB sudah habis. Pokoknya kalau sudah nasinya habis, saya tutup. Kami nggak ngoyo (memaksakan) Mas. Kalau sudah habis, ya tutup dan istirahat. Besok jualan lagi,” tukasnya. (Wardoyo)

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT