Ribuan Orang Berburu Air Sisa Jamasan Slambu di Gunung Kemukus
JOGLOSEMARNEWS.COM | 02/09/2019 09:10
Ribuan Orang Berburu Air Sisa Jamasan Slambu di Gunung Kemukus

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Puncak ritual larap slambu Makam Pangeran Samudra yang digelar di Gunung Kemukus, Pendem, Sumberlawang, Sragen, Minggu 1 September 2019 diikuti sedikitnya 3.000 orang.

Peserta ritual larap slambu datang berbagai daerah bahkan ada yang dari luar Jawa dan rela menginap hanya untuk berburu air sisa jamasan slambu dan potongan kain slambu.

Ritual rutin tahunan itu digelar mulai pukul 09.00 WIB Minggu pagi. Namun sejak Sabtu malam 31 Agustus 2019, pengunjung sudah tiba untuk berziarah sekaligus mengikuti ritual larap slambu yang dihelat tiap tanggal satu suro.

BACA: Kasus Stiker PSHT Berujung Pengeroyokan di Gunung Kemukus Sragen....

Tepat sekitar pukul 10.00 WIB, slambu penutup makam Pangeran Samudra dicuci dengan air suci yang diambil dari sendang sekitar Kemukus.

Selesai dicuci, air bilasan slambu kemudian diperebutkan oleh pengunjung. Besar kecil tua muda membaur berdesak-desakan untuk mendapatkan air bilasan yang berada dalam drum.

Tujuh drum air bilasan slambu ludes kurang dari 15 menit. Bahkan, karena tak kebagian, sebagian rela mengais air yang tertumpah di tanah.

Ada yang menggunakannya untuk membasuh muka, mengguyur badan, diminum hingga ditaruh ke botol untuk dibawa pulang.

“Saya dapat satu botol. Tadi sempat basuh muka juga. Katanya sih biar awet muda. Rejeki bisa lancar. Ya ikut saja,” ujar Antok, salah satu pengunjung asal Jawa Barat.

Ia mengaku sudah dua kali datang ke Kemukus pada saat ritual larap slambu. Ia tahu dari informasi berita dan diajak teman usahanya.

Salah seorang pengunjung,H. Welly, pengusaha asal Lamongan, Jatim mengaku telah lima kali datang berburu air sisa jamasan slambu dan potongan kain slambu. Ia datang demi mendapatkan air dan potongan slambu.

"Percaya nggak percaya, yang saya rasakan usaha warung makan sea food saya makin laris dan jasa pengobatan saya juga tambah banyak pasiennya,” ujar

Penanggungjawab Obyek Wisata Gunung Kemukus, Marcellus Suparno memperkiraka hingga Minggu malam pengunjung bisa mencapai 3.000 orang.
Selain pengunjung lokal, sebagian besar juga pengunjung luar kota yang datang dari berbagai daerah seperti Jepara, Kudus, Pati, Jatom, Jawa Barat. “Ada juga yang datang dari Kalimantan dan Sumatera,” tukasnya.

Perihal ritual larap slambu mengandung filosofi sebagai wujud syukur dan menyucikan diri dengan air yang didapat dari sumber kehidupan.  “Ada yang meyakini membawa berkah, kalau itu soal keyakinan masing-masing,” tuturnya.

BACA: Kasus Stiker PSHT Berujung Pengeroyokan di Gunung Kemukus. Dua...

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sragen, Yuseph Wahyudi juga mengatakan pencucian slambu itu sebenarnya bermakna untuk membersihkan diri, menyegarkan diri.

Ketika kemudian berkembang ada yang meyakini mengubah kehidupan, kelancaran usaha, hal itu keyakinan pribadi masing-masing. “Kalau ada yang mempercayai kelancaran kehidupan, ya kita juga nggak bisa memaksakan ke arah itu,” pungkasnya. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT