Tenun Ikat NTT Tampil di Paris Fashion Week 2018
FLORESPOST.CO | 04/03/2018 21:30
Tenun Ikat NTT Tampil di Paris Fashion Week 2018
Desainer dan pemilik Butik Tenun LeViCo Julie Laiskodat. TEMPO/Nurdiansah

FLORESPOST.co - Hasil tenun ikat NTT tampil dalam ajang Paris Fashion Week 2018 yang berlangsung sejak 27 Februari hingga 6 Maret 2018. Adalah Julie Sutrisno Laiskodat, pemilik butik LeViCo yang mengantarkan karya-karya perempuan  NTT ini ke ajang mode bergengsi itu.

Mengambil judul “Heritage NTT” dan tema “Women Empowerment” sebanyak 18 koleksi tenun asal Sabu, Rote dan Alor ditampilkan di Intercontinental Le Grand Paris, Sabtu, (3/3/2018) pukul 19:00 waktu setempat. Julie yang merupakan istri dari Victor Laiskodat mengatakan dalam fashion show ini, model dari berbagai negara seperti China, Asia, Amerika Serikat dan Eropa mengenakan busana motif NTT hasil karya penenun NTT.

“Mereka menunjukkan tenun NTT sangat cocok untuk semua etnis dan musim dingin di Eropa saat ini sangat cocok memakai tenun NTT”, kata Julie, seperti dikutip dari laman radarntt.co. Ia mengatakan para penonton sangat kagum dengan budaya menenun para perempuan NTT. Karena meski masih handmade atau menggunakan cara manual tapi menghasilkan tenun yang sangat indah dengan kualitas yang terbaik.

[caption id="attachment_15442" align="alignleft" width="700"] Julie Laiskodat[/caption]

Penyelenggara, kata dia juga sangat terpukau dengan tenun NTT dan mengharapkan agar tenun NTT juga bisa hadir di  ajang London September 2018 dan  Milan Fashion Week Oktober-Nopember 2018. “Untuk itu, kita mohon dukungan doa seluruh masyarakat NTT, agar rencana ini bisa terlaksana dengan baik demi mengangkat potensi tenun NTT di dunia internasional”, ujar Julie.

Menurutnya, dengan semakin banyak orang mengenal potensi tenun NTT diharapakan mereka akan datang dan membeli dalam jumlah yang banyak untuk kebutuhannya. Dengan begitu,  harga kain tenun NTT semakin tinggi. Sebelumnya, ketika ke Maumere pada Selasa (23/1) lalu, Julie menyempatkan diri mengunjungi kelompok tenun ikat sarung Hoba. Saat itu, perempuan kelahiran Jakarta 1972 ini mengatakan kelebihan dari tenun NTT misalnya soal warna pada setiap kabupaten yang memiliki warna khasnya sendiri-sendiri. “Seluruh warna ada di NTT, tidak ada alasan saya harus mencintai tenun lain,”katanya.

Sementara itu, suaminya Victor Bungtilu Laiskodat yang kini menjadi salah satu calon gubernur NTT pada kesempatan terpisah mengatakan tenun NTT jangan semata-mata dilihat sebagai kerajinan tangan, tetapi lebih dari itu adalah sebuah karya intelektual. "Memuliakan tenun NTT, memuliakan martabat permepuan penun NTT,"tulis Victor Laiskodat di laman facebooknya, Minggu (4/3).(PTT/PTT)  


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT